Key insights and market outlook
Emiten Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia menghadapi tantangan akibat penurunan harga CPO global, dengan harga yang turun 5,96% dalam sebulan terakhir menjadi MYR 3.958 per ton. Meskipun demikian, perusahaan seperti PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) tetap optimis terhadap pertumbuhan pendapatan double digit di tahun 2026. Kinerja sektor ini diawasi ketat saat menavigasi fluktuasi harga global dan strategi pertumbuhan internal.
Sektor crude palm oil (CPO) menghadapi tantangan signifikan pada akhir 2025 akibat penurunan harga global. Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO untuk kontrak Februari 2026 turun 1,25% menjadi MYR 3.958 per ton pada 16 Desember 2025, menandai level terendah sejak 13 Juni 2025. Pergerakan harga ini mewakili penurunan 5,96% dalam sebulan terakhir, menambah tekanan pada emiten CPO Indonesia.
Meski lingkungan harga menantang, emiten CPO Indonesia tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan mereka. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), pemain utama di sektor ini, memproyeksikan pertumbuhan pendapatan double digit untuk 2026. Menurut Deni Agustinus, Corporate Secretary SSMS, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan 10-20% dibandingkan proyeksi 2025. Optimisme ini didasarkan pada strategi pertumbuhan internal dan posisi pasar.
Kinerja sektor CPO erat kaitannya dengan harga komoditas global dan dinamika permintaan. Meski fluktuasi harga jangka pendek menghadirkan tantangan, perusahaan fokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang. Kemampuan emiten CPO untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah volatilitas harga akan krusial bagi kinerja mereka di 2026.
CPO Price Decline
Corporate Revenue Growth Projections