Key insights and market outlook
Pemerintah Kuba melaporkan bahwa 32 warga Kuba tewas dalam serangan AS di Venezuela yang ditujukan untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Pemerintah Kuba telah menyatakan dua hari berkabung (5-6 Januari 2026) untuk menghormati mereka yang meninggal, yang sebagian besar adalah anggota angkatan bersenjata dan intelijen Kuba. Pernyataan tersebut memberikan sedikit detail tentang insiden tersebut, sehingga menimbulkan perhatian internasional.
Pemerintah Kuba telah mengkonfirmasi bahwa 32 warga negaranya gugur dalam operasi militer yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat di Venezuela. Operasi ini dilaporkan bertujuan untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sebagai respons, Kuba telah menyatakan masa berkabung nasional pada 5-6 Januari 2026 untuk menghormati mereka yang gugur.
Menurut pernyataan resmi dari Havana, para korban sebagian besar adalah anggota militer dan personel intelijen Kuba. Pemerintah Kuba berjanji untuk mengatur pemakaman, meskipun detail spesifik belum segera tersedia. Insiden ini telah memicu perhatian dan kekhawatiran diplomatik internasional yang signifikan.
Operasi yang diduga ini berpotensi memiliki implikasi serius bagi hubungan internasional, terutama antara Kuba, Amerika Serikat, dan Venezuela. Insiden ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan yang sudah ada antara negara-negara yang terlibat dan dapat menyebabkan dampak diplomatik lebih lanjut.