Key insights and market outlook
Rosan Roeslani, CEO Danantara, memberikan sinyal positif terkait potensi merger antara GOTO dan Grab, dua raksasa transportasi online di Indonesia. Rencana merger ini masih terus dikaji, terutama setelah adanya rencana perubahan jajaran direksi dan komisaris GOTO pada Desember 2025 mendatang. Danantara sebagai pengelola investasi terus memantau perkembangan ini dengan seksama.
Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), mengungkapkan sinyal positif terkait rencana merger antara GOTO dan Grab, dua pemain utama di sektor transportasi online Indonesia. Rencana merger ini masih terus dikaji dan disiapkan, terutama menjelang perubahan jajaran direksi dan komisaris GOTO pada Desember 2025.
Saat ditanya langsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/11/2025), Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa diskusi merger masih berlangsung, menyatakan, "Masih berjalan itu." Beliau juga menekankan bahwa diskusi saat ini memberikan hasil yang positif, dengan mengatakan, "Positif, pokoknya sinyalnya positif," sambil mengangkat jempol.
Potensi merger antara GOTO dan Grab merupakan perkembangan signifikan dalam lanskap ekonomi digital Indonesia. Jika berhasil, merger ini dapat menciptakan pemain regional yang lebih terkonsolidasi dan kompetitif di pasar ride-hailing dan layanan digital. Sikap positif Danantara terhadap merger ini menunjukkan potensi dukungan dari badan pengelola investasi Indonesia.
Perubahan struktur kepemimpinan GOTO pada Desember 2025 kemungkinan akan memainkan peran penting dalam kemajuan merger ini. Pengamat pasar akan terus memantau pengumuman lebih lanjut mengenai status merger dan dampaknya terhadap ekonomi digital Indonesia.
GOTO-Grab Merger Discussion
Leadership Change at GOTO