Key insights and market outlook
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menantang bank-bank BUMN (Himbara) termasuk PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk meningkatkan daya saing regional. Saat ini, bank-bank tersebut tertinggal dari bank regional seperti DBS Bank Singapura dalam hal kapitalisasi pasar. Pemerintah telah menyuntikkan likuiditas sebesar Rp76 triliun ke bank-bank tersebut per November 2025 untuk mendorong penyaluran kredit.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyerukan agar bank-bank BUMN (Himbara) termasuk PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi juara di tingkat regional. Dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Sjahrir menekankan bahwa sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, bank-bank Indonesia seharusnya memiliki kapasitas dan skala yang sebanding.
Kapitalisasi pasar bank-bank BUMN saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan bank regional. Misalnya, DBS Bank Singapura memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$110 miliar (sekitar Rp1.839 kuadriliun). Sebaliknya, PT Bank Mandiri (BMRI) memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp452,67 triliun, sementara BBRI sebesar Rp606,24 triliun, BBNI sebesar Rp166,35 triliun, dan BBTN sebesar Rp16,84 triliun. Sjahrir menunjukkan bahwa angka-angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan bank-bank regional, menyoroti perlunya pertumbuhan yang signifikan.
Dalam perkembangan terkait, pemerintah telah menyuntikkan likuiditas sebesar Rp76 triliun ke bank-bank BUMN per November 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit. Kementerian Keuangan memindahkan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Jakarta, dengan Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing menerima Rp25 triliun dan Bank Jakarta mendapatkan Rp1 triliun.
Sjahrir mempertanyakan bagaimana bank-bank ini bisa mencapai pertumbuhan signifikan dalam empat tahun ke depan, menyarankan bahwa mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$100 miliar akan memerlukan insentif yang tepat. Tantangan ini menggarisbawahi perlunya perencanaan strategis dan potensi reformasi untuk meningkatkan daya saing bank-bank BUMN Indonesia di tingkat regional.
Government Liquidity Injection
State-owned Banks Capitalization Discussion