Danantara Challenges State-Owned Banks to Become Regional Champions
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Danantara Tantang Bank-bank BUMN Jadi Jagoan Regional

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menantang bank-bank BUMN (Himbara) termasuk PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk meningkatkan daya saing regional. Saat ini, bank-bank tersebut tertinggal dari bank regional seperti DBS Bank Singapura dalam hal kapitalisasi pasar. Pemerintah telah menyuntikkan likuiditas sebesar Rp76 triliun ke bank-bank tersebut per November 2025 untuk mendorong penyaluran kredit.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Danantara Tantang Bank-bank BUMN Jadi Pemain Regional

Seruan untuk Meningkatkan Daya Saing Regional

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyerukan agar bank-bank BUMN (Himbara) termasuk PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi juara di tingkat regional. Dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Sjahrir menekankan bahwa sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, bank-bank Indonesia seharusnya memiliki kapasitas dan skala yang sebanding.

Perbandingan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar bank-bank BUMN saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan bank regional. Misalnya, DBS Bank Singapura memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$110 miliar (sekitar Rp1.839 kuadriliun). Sebaliknya, PT Bank Mandiri (BMRI) memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp452,67 triliun, sementara BBRI sebesar Rp606,24 triliun, BBNI sebesar Rp166,35 triliun, dan BBTN sebesar Rp16,84 triliun. Sjahrir menunjukkan bahwa angka-angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan bank-bank regional, menyoroti perlunya pertumbuhan yang signifikan.

Dukungan Pemerintah untuk Bank-bank BUMN

Dalam perkembangan terkait, pemerintah telah menyuntikkan likuiditas sebesar Rp76 triliun ke bank-bank BUMN per November 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit. Kementerian Keuangan memindahkan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Jakarta, dengan Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing menerima Rp25 triliun dan Bank Jakarta mendapatkan Rp1 triliun.

Langkah ke Depan

Sjahrir mempertanyakan bagaimana bank-bank ini bisa mencapai pertumbuhan signifikan dalam empat tahun ke depan, menyarankan bahwa mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$100 miliar akan memerlukan insentif yang tepat. Tantangan ini menggarisbawahi perlunya perencanaan strategis dan potensi reformasi untuk meningkatkan daya saing bank-bank BUMN Indonesia di tingkat regional.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BMRIBBRIBBNIBBTN

Topics Covered

State-owned BanksRegional CompetitivenessBanking Sector Development

Key Events

1

Government Liquidity Injection

2

State-owned Banks Capitalization Discussion

Timeline from 1 verified sources