Key insights and market outlook
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa keputusan merger Grab dan GOTO ada di tangan perusahaan, menekankan pentingnya aspek business-to-business (B2B). Pemerintah sudah memberikan masukan, dan Danantara akan mengikuti arahan pemerintah. Perkembangan ini muncul saat merger antara dua pemain besar di sektor teknologi dan e-commerce Indonesia terus menjadi topik yang sangat menarik.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, memberikan komentar tentang diskusi yang sedang berlangsung mengenai potensi merger antara Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sjahrir menekankan bahwa keputusan untuk melanjutkan merger pada akhirnya ada di tangan Grab dan GOTO sendiri. Ia menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek business-to-business (B2B) dari merger semacam itu.
Sjahrir menyebutkan bahwa pemerintah sudah memberikan masukan tentang masalah ini, dan Danantara diharapkan mengikuti arahan pemerintah. Hal ini menunjukkan peran penting yang dimainkan oleh entitas pemerintah dalam keputusan bisnis besar, terutama yang melibatkan badan investasi yang didukung negara seperti Danantara. Potensi merger antara Grab dan GOTO terus menjadi perkembangan penting dalam lanskap teknologi dan e-commerce Indonesia, dengan implikasi bagi persaingan, struktur pasar, dan peluang investasi.
Diskusi seputar merger Grab-GOTO mencerminkan tren yang lebih luas di sektor teknologi Asia Tenggara yang berkembang pesat. Konsolidasi signifikan di ruang ini dapat memiliki konsekuensi jauh ke berbagai pihak termasuk konsumen, bisnis, dan investor. Seiring perkembangan situasi, pemangku kepentingan akan terus memantau pengumuman lebih lanjut dan keputusan regulasi yang dapat mempengaruhi hasil akhir.
Grab-GOTO Merger Discussion
Danantara's Statement on Merger