Key insights and market outlook
Danantara bersaing dengan 90 perusahaan untuk mendapatkan hak pengelolaan lahan untuk pembangunan kampung haji di Mekah, Arab Saudi. Proyek ini melibatkan pengembangan lahan yang dipilih dari delapan opsi yang disediakan oleh pemerintah Saudi. Proposal Danantara mencakup rencana dan desain komprehensif untuk proyek 'Kampung Haji Indonesia', dengan lokasi yang dipilih berada di kawasan Jabal Hindawiyah karena medan yang relatif datar.
Danantara, melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sedang bersaing dalam proses tender melawan 90 perusahaan lain untuk mendapatkan hak pengembangan dan pengelolaan kampung haji di Mekah, Arab Saudi. Proyek yang dikenal sebagai 'Kampung Haji Indonesia' ini mewakili kesempatan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata religiusnya.
Pemerintah Saudi menawarkan delapan lahan potensial untuk proyek ini, dari mana Danantara memilih lokasi Jabal Hindawiyah (petak nomor 6) karena topografinya yang menguntungkan - relatif datar dan bebas dari medan berbatu yang memerlukan persiapan ekstensif. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proses penawaran tidak berdasarkan harga (karena harga telah ditentukan sebelumnya) tetapi pada kualitas rencana pengembangan dan desain master. Danantara mengajukan proposal komprehensif pada 30 Oktober 2025, yang mencakup perencanaan dan desain rinci untuk kampung haji.
Pembangunan kampung haji diharapkan dapat meningkatkan pengalaman jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Mekah. Keberhasilan proyek ini dapat memperkuat infrastruktur pariwisata religius Indonesia dan berpotensi menciptakan peluang bisnis di masa depan di wilayah tersebut. Aspek unik dari proyek ini adalah proses seleksi kompetitif di mana proposal teknis dan rencana induk memainkan peran penting dalam proses penawaran.
Hajj Village Project Tender
International Infrastructure Development Bid