Key insights and market outlook
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan groundbreaking pada enam proyek hilirisasi senilai $6 miliar pada Februari 2026. Proyek-proyek ini mencakup hilirisasi bauksit, aluminium, bioavtur, dan refinery di lima lokasi. Investasi besar ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui proyek infrastruktur strategis.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap melakukan groundbreaking pada enam proyek hilirisasi besar senilai sekitar $6 miliar (Rp 100,8 triliun) pada Februari 2026. CEO Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini akan tersebar di lima lokasi berbeda, menandai tonggak penting dalam strategi pembangunan industri Indonesia.
Portofolio ini mencakup berbagai proyek penting seperti pengolahan bauksit dan aluminium di Balikpapan, produksi bioavtur, dan kilang (refinery). Selain itu, ada rencana untuk proyek terkait unggas di beberapa lokasi. Inisiatif beragam ini menunjukkan pendekatan komprehensif terhadap pembangunan industri bernilai tambah, beralih dari ekspor bahan mentah ke produk olahan.
Investasi $6 miliar ini mewakili komitmen besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia, berpotensi menciptakan peluang kerja signifikan dan merangsang industri terkait. Proyek-proyek ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap PDB negara dan meningkatkan posisinya dalam rantai pasokan global untuk berbagai produk industri.
Upacara groundbreaking yang dijadwalkan pada Februari 2026 menandai dimulainya periode transformatif bagi lanskap industri Indonesia. Ketika proyek-proyek ini berkembang, mereka kemungkinan akan menghasilkan aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang signifikan di berbagai wilayah.
Hilirisasi Project Groundbreaking
Strategic Investment Announcement