Key insights and market outlook
Danantara berencana melakukan streamlining portofolio BUMN dengan fokus pada bisnis inti dan menghilangkan anak usaha yang tidak menguntungkan. Langkah ini bertujuan mengatasi masalah yang menyebabkan kinerja buruk BUMN, seperti diversifikasi berlebihan dan banyaknya anak usaha yang tidak profitable. Restrukturisasi ini akan dipimpin oleh Danantara Asset Management (DAM) yang akan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan aset yang berkinerja buruk.
Danantara telah mengidentifikasi akar masalah kinerja buruk BUMN, dengan menyebutkan diversifikasi berlebihan dan banyaknya anak usaha sebagai faktor utama. Direktur Pengelola Danantara, Febriany Eddy, menyatakan bahwa banyak entitas BUMN telah berekspansi ke berbagai bisnis yang tidak terkait, sehingga menyebabkan inefisiensi dan penurunan kinerja keseluruhan. Untuk mengatasi hal ini, Danantara berencana melakukan program restrukturisasi komprehensif melalui Danantara Asset Management (DAM).
Restrukturisasi ini akan fokus pada: 1. Mengidentifikasi bisnis inti yang profitable dan strategis 2. Menghilangkan anak usaha non-inti yang tidak profitable atau di luar kompetensi inti 3. Mengoptimalkan aset yang tersisa melalui tim khusus yang dibentuk oleh DAM 4. Meningkatkan sinergi dalam ekosistem BUMN
Proses streamlining akan dipimpin oleh DAM, yang akan melakukan review portofolio menyeluruh untuk menentukan bisnis mana yang akan dipertahankan, dijual, atau direstrukturisasi. Febriany Eddy menekankan bahwa tujuan utamanya adalah membuat BUMN lebih fokus dan profitable dengan menghilangkan bisnis yang bukan inti atau merugikan secara finansial. Restrukturisasi strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan finansial dan daya saing entitas BUMN di pasar.
BUMN Portfolio Streamlining Initiative
Danantara Restructuring Plan