Key insights and market outlook
Kinerja Danantara tahun 2025 menunjukkan keberhasilan restrukturisasi BUMN yang signifikan dengan jumlah entitas BUMN berkurang drastis dari lebih 1.000 menjadi sekitar 250. Namun, muncul kekhawatiran tentang potensi politisasi dalam penunjukan jabatan dan pentingnya menjaga meritokrasi dalam pengelolaan SDM. Ekonom Wijayanto Samirin mencatat tanda-tanda positif dalam upaya restrukturisasi sembari menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan BUMN sektor non-perbankan.
Kinerja Danantara pada tahun 2025 menjadi sorotan, terutama upayanya dalam merestrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Danantara telah berhasil mengurangi jumlah entitas BUMN secara drastis dari lebih 1.000 menjadi sekitar 250, menandai langkah penting dalam upaya pemerintah untuk menata dan mengoptimalkan operasional BUMN. Prestasi ini dipandang sebagai perkembangan positif dalam pengelolaan ekonomi negara.
Walaupun upaya restrukturisasi cukup berhasil, muncul kekhawatiran terkait pengelolaan sumber daya manusia di BUMN, khususnya di sektor non-perbankan. Ekonom Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina mengungkapkan keprihatinan bahwa prinsip meritokrasi mungkin belum sepenuhnya diterapkan dalam seleksi direksi dan komisaris BUMN. Observasi ini menekankan pentingnya Danantara untuk memastikan bahwa penunjukan jabatan didasarkan pada merit, bukan pertimbangan politik.
Tantangan ganda untuk menjaga efisiensi sambil memastikan penunjukan berbasis merit akan sangat krusial bagi Danantara ke depannya. Ketika pemerintah terus mendorong reformasi di sektor BUMN, peran Danantara dalam menyeimbangkan aspek-aspek ini akan terus diawasi. Kesuksesan reformasi ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi lanskap ekonomi Indonesia, terutama dalam hal tata kelola dan efisiensi operasional BUMN.
BUMN Restructuring Progress
Meritocracy Concerns in BUMN Appointments