Key insights and market outlook
Danantara berencana menginvestasikan Rp20 triliun di bisnis peternakan unggas untuk mendukung program pemerintah 'Makan Bergizi Gratis', namun menghadapi penolakan dari peternak eksisting yang khawatir akan meningkatnya kompetisi. Rencana investasi ini akan difokuskan pada wilayah di luar Jawa di mana produksi unggas saat ini lebih rendah. Peternak eksisting berargumen bahwa masuknya Danantara ke pasar akan menciptakan kelebihan pasokan tambahan di Jawa dan mengganggu keseimbangan pasar saat ini.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana menginvestasikan Rp20 triliun ke sektor peternakan unggas Indonesia, dengan fokus pada ayam pedaging dan petelur 1
Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari peternak unggas eksisting dan asosiasi industri. Kekhawatiran utama adalah masuknya Danantara ke pasar akan menciptakan kompetisi tambahan di pasar yang sudah jenuh, terutama di Jawa di mana sekitar 60% produksi unggas nasional terkonsentrasi 1
Untuk mengurangi kekhawatiran ini, para ahli menyarankan Danantara untuk memfokuskan investasinya di wilayah luar Jawa, di mana produksi unggas saat ini lebih rendah 1
Masuknya entitas yang didukung negara seperti Danantara ke sektor peternakan unggas kemungkinan akan memiliki implikasi pasar yang signifikan. Meskipun dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi, juga berisiko mengganggu dinamika pasar saat ini. Keberhasilan rencana ini akan tergantung pada perencanaan dan pelaksanaan yang hati-hati, terutama dalam hal distribusi regional dan koordinasi pasar.
Danantara's Rp20 Trillion Investment Plan
Opposition from Existing Poultry Farmers