Key insights and market outlook
Saham emiten data center, termasuk PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Indointernet Tbk (EDGE), menghadapi prospek terbatas di 2026 karena likuiditas rendah dan kurangnya katalis kuat. Analis dari Mirae Asset Sekuritas menyarankan kehati-hatian karena saham-saham ini saat ini tidak direkomendasikan karena spread bid-offer yang lebar dan volume perdagangan yang tipis.
Prospek saham emiten data center di 2026 terlihat terbatas, terutama karena likuiditas yang rendah dan tidak adanya katalis kuat yang dapat mendorong kenaikan harga yang berkelanjutan. Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist di Mirae Asset Sekuritas, saham seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Indointernet Tbk (EDGE) saat ini tidak direkomendasikan.
Nafan menekankan bahwa spread bid-offer untuk saham-saham ini masih lebar, dan volume perdagangannya tipis, sehingga kurang ideal dari sisi likuiditas. Masalah likuiditas ini menjadi perhatian penting bagi investor yang mencari saham dengan aktivitas pasar yang lebih baik.
DCII dan EDGE beroperasi terutama sebagai pemain data center, sehingga prospek mereka sangat bergantung pada ekspansi kapasitas, tingkat utilisasi, dan permintaan layanan cloud serta colocation. Pertumbuhan signifikan di bidang ini dapat meningkatkan prospek mereka, namun saat ini outlook masih谨慎.
Analis di Mirae Asset Sekuritas tetap berhati-hati terhadap saham-saham ini sampai mereka menunjukkan likuiditas yang lebih baik dan katalis pertumbuhan yang lebih jelas. Investor disarankan untuk memantau perkembangan di sektor data center dengan cermat, terutama tanda-tanda peningkatan permintaan atau ekspansi kapasitas yang dapat berdampak positif pada saham-saham ini.
Data Center Stocks Outlook
Liquidity Concerns
Analyst Recommendations