Key insights and market outlook
Inflasi Indonesia diperkirakan meningkat pada Desember 2025 akibat permintaan akhir tahun dan harga pangan bergejolak. Kenaikan ini akan didorong oleh permintaan yang lebih tinggi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi cuaca, dan masalah distribusi. Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan berkontribusi pada tekanan inflasi, meskipun dampaknya dianggap terbatas secara nasional.
Inflasi Indonesia diproyeksikan meningkat pada Desember 2025 karena faktor musiman yang terkait dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Faktor utama yang mendorong tekanan inflasi ini termasuk permintaan yang lebih tinggi untuk makanan selama liburan, kondisi cuaca yang buruk yang mempengaruhi produksi pertanian, dan tantangan distribusi yang dapat menyebabkan kenaikan harga pangan bergejolak.
Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diperkirakan akan berkontribusi pada tekanan inflasi. Menurut Muhammad Rizal Taufikurahman, Kepala Makroekonomi dan Keuangan di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), meskipun program MBG akan menambah permintaan untuk komoditas pokok tertentu, dampaknya secara nasional dianggap relatif terbatas.
Tekanan inflasi pada Desember 2025 menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas ekonomi selama periode permintaan puncak. Meskipun dampak keseluruhan program MBG terhadap inflasi dianggap terkendali, pemantauan terhadap efeknya pada harga komoditas pangan tertentu akan sangat penting. Situasi ini menggarisbawahi perlunya manajemen rantai pasokan yang efektif dan intervensi kebijakan yang tepat sasaran untuk mengurangi potensi dampak buruk pada populasi rentan.
Inflasi Desember 2025
Program Makan Bergizi Gratis