Key insights and market outlook
Bank digital di Indonesia masih mengandalkan suku bunga deposito tinggi untuk menghimpun dana, dengan Amar Bank menawarkan bunga tertinggi antara 5,75%-9% untuk deposito hingga Rp 2 miliar. Strategi ini sangat krusial di tengah persaingan ketat dari bank digital maupun konvensional. Deposito Amar Bank melonjak 190,09% secara tahunan menjadi Rp 2,25 triliun pada November, yang mendominasi 86,79% total dana pihak ketiga. Strategi ini menunjukkan persaingan ketat di sektor perbankan Indonesia, terutama dalam menghimpun dana murah.
Bank digital di Indonesia terus mengandalkan suku bunga deposito tinggi sebagai strategi utama untuk menarik dan mempertahankan dana. Pendekatan ini dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat, tidak hanya antar bank digital tetapi juga dengan bank konvensional. Lingkungan kompetitif ini memaksa bank untuk menawarkan suku bunga yang lebih menarik kepada nasabah.
Amar Bank saat ini memimpin sektor perbankan digital dengan suku bunga deposito tertinggi, menawarkan antara 5,75% hingga 9% untuk tenor deposito 1 hingga 36 bulan dengan jumlah maksimum Rp 2 miliar. Strategi agresif ini terbukti berhasil seperti yang terlihat dari kinerja keuangan bank. Pada November, deposito Amar Bank mencapai Rp 2,25 triliun, mewakili pertumbuhan 190,09% secara tahunan. Deposito masih mendominasi komposisi dana pihak ketiga bank sebesar 86,79%, sementara dana murah (CASA) tercatat sebesar Rp 343,96 miliar, tumbuh 30,42% secara tahunan.
Ketergantungan bank digital pada suku bunga deposito tinggi menunjukkan persaingan ketat di sektor perbankan Indonesia, terutama dalam menarik dan mempertahankan likuiditas. Sementara strategi ini efektif bagi Amar Bank dalam mengembangkan basis depositonya dengan cepat, strategi ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan mengingat biaya dana yang terkait. Dengan persaingan yang terus meningkat, bank digital perlu menyeimbangkan antara menarik dana baru dan menjaga profitabilitas.
High Deposit Rate Strategy
Significant Deposit Growth
Intense Banking Competition