Key insights and market outlook
Transaksi digital diperkirakan melonjak lebih dari 50% secara tahunan selama periode Nataru 2025/2026, dengan 80% transaksi diproyeksikan melalui QRIS. Meningkatnya mobilitas sekitar 119,5 juta orang (42,01% populasi) yang bepergian selama Nataru mendorong pertumbuhan ini. Sektor utama yang mendapat manfaat termasuk food & beverage, akomodasi, transportasi, dan ritel. Perpanjangan kebijakan relaksasi kartu kredit oleh Bank Indonesia hingga pertengahan 2026 semakin meningkatkan adopsi pembayaran digital.
Periode Nataru 2025/2026 mendatang diperkirakan akan menyaksikan lonjakan signifikan dalam transaksi digital, didorong oleh meningkatnya perjalanan dan pengeluaran konsumen. Sekitar 119,5 juta orang, mewakili 42,01% populasi, diproyeksikan akan melakukan perjalanan selama periode ini 1
Sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diperkirakan akan mendominasi lanskap pembayaran digital selama Nataru, mencakup sekitar 80% volume transaksi. Ario Tejo Bayu Aji, CEO PT Jalin Pembayaran Nusantara, mencatat bahwa korelasi antara mobilitas fisik dan lonjakan transaksi digital semakin kuat. Ekosistem pembayaran digital sangat aktif di sektor-sektor yang mendukung aktivitas perjalanan, termasuk food & beverage, akomodasi, transportasi, dan ritel 1
Periode Nataru, dikombinasikan dengan event Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), juga diharapkan dapat mendorong transaksi kartu kredit. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi kartu kredit pada Oktober 2025 mencapai 45,224 juta, meningkat 11,75% secara tahunan, dengan nilai transaksi tumbuh 11,05% menjadi Rp 41,25 triliun. Keputusan bank sentral untuk memperpanjang kebijakan relaksasi kartu kredit hingga pertengahan 2026 berperan sebagai katalis pertumbuhan ini 2
Untuk mengakomodasi peningkatan perjalanan selama Nataru, berbagai persiapan infrastruktur sedang dilakukan. Kementerian Pekerjaan Umum telah mengimplementasikan beberapa langkah mitigasi untuk kondisi cuaca ekstrem, termasuk kesiapan unit dan material penanggulangan bencana. PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) juga telah meningkatkan kesiapan operasional di sepanjang jalan tol, mengantisipasi puncak lalu lintas pada 26 Desember 2025 dan 2 Januari 2026 3
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memproyeksikan bahwa sekitar 2,9 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama Nataru, mewakili peningkatan 12,2% dibandingkan kondisi lalu lintas normal harian. Volume lalu lintas yang signifikan ini diperkirakan akan menguji kesiapan jalan tol dan infrastruktur transportasi lainnya 5
Nataru Digital Transaction Surge
QRIS Dominance in Payments
Credit Card Growth