Djarum Foundation and Burung Indonesia Collaborate on Javan Hawk-Eagle Conservation
Back
Back
2
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 15
Sources1 verified

Djarum Foundation dan Burung Indonesia Kolaborasi Konservasi Elang Jawa

Tim Editorial AnalisaHub·15 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Djarum Foundation dan Burung Indonesia meluncurkan program konservasi bersama untuk Elang Jawa yang terancam punah (Nisaetus Bartelsi). Inisiatif ini mencakup restorasi habitat, penelitian, dan pelibatan masyarakat untuk melindungi spesies ikonik ini. Temuan penting dari studi terbaru di Gunung Muria menunjukkan potensi kapasitas habitat untuk hingga 22 Elang Jawa dewasa di 58,75 km² habitat yang sesuai. Upaya konservasi ini menanggulangi ancaman besar seperti degradasi habitat dan perburuan ilegal melalui pendekatan multipihak.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Djarum Foundation dan Burung Indonesia Luncurkan Program Konservasi Elang Jawa yang Komprehensif

Upaya Konservasi Kolaboratif

Djarum Foundation dan Burung Indonesia telah bekerja sama untuk memperkuat upaya konservasi Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi), spesies endemik Jawa yang terdaftar sebagai Endangered di Daftar Merah IUCN. Kolaborasi ini mencakup komponen penting seperti restorasi habitat, penelitian ilmiah, dan pelibatan masyarakat untuk mengatasi penurunan populasi spesies yang dilindungi ini.

Temuan Utama dari Studi Gunung Muria

Penelitian terbaru di Gunung Muria antara Juni dan Agustus 2025 mengidentifikasi setidaknya 10 individu Elang Jawa, terdiri dari 6 dewasa dan 4 remaja, di 17 titik pengamatan strategis selama 315 jam pemantauan. Studi ini mengungkapkan bahwa area tersebut memiliki 58,75 km² habitat yang sesuai, dengan estimasi home range 1,45-5,3 km² per pasangan berkembang biak. Hal ini menunjukkan bahwa Gunung Muria berpotensi mendukung hingga 22 individu dewasa, menjadikannya area penting untuk upaya konservasi.

Tantangan dan Strategi Konservasi

Studi ini menyoroti dua ancaman utama terhadap populasi Elang Jawa: degradasi habitat akibat peracunan pohon besar dan konversi lahan, serta perburuan dan perdagangan ilegal melalui media sosial. Untuk mengatasi tantangan ini, peneliti merekomendasikan strategi tiga pilar: 1) Menetapkan zona perlindungan bertingkat di sekitar pohon sarang dan lokasi, 2) Mendorong praktik pertanian berkelanjutan seperti pertanian kopi shade-grown, dan 3) Melakukan restorasi habitat menggunakan spesies pohon asli seperti Rasamala dan Beunying.

Pendekatan Multipihak

Program konservasi ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif yang melibatkan lembaga pemerintah, masyarakat lokal, dan mitra sektor swasta. Victor Hartono, Presiden Direktur Djarum Foundation, menekankan bahwa kemitraan semacam itu sangat penting untuk memperkuat kapasitas konservasi. Muhammad Meisa dari Burung Indonesia menambahkan bahwa inisiatif ini menunjukkan bagaimana organisasi non-pemerintah dapat memainkan peran strategis dalam mendukung upaya konservasi pemerintah sambil mempromosikan model keberlanjutan yang dipimpin komunitas.

Dampak Konservasi

Pelepasliaran Raja Dirgantara, seekor Elang Jawa yang direhabilitasi oleh tim Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PJPPK), menandai tonggak penting dalam program konservasi. Burung tersebut dilengkapi dengan transmitter GPS untuk memantau adaptasi dan kelangsungan hidupnya di alam liar. Pendekatan ilmiah ini memastikan bahwa strategi konservasi didasarkan pada data dan efektif dalam melindungi spesies.

Upaya kolaboratif antara Djarum Foundation dan Burung Indonesia mewakili pendekatan komprehensif terhadap konservasi keanekaragaman hayati, menggabungkan penelitian ilmiah, perlindungan habitat, dan pelibatan masyarakat untuk melestarikan warisan alam Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
15 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Conservation EffortsBiodiversity ProtectionEnvironmental Collaboration

Key Events

1

Conservation Program Launch

2

Habitat Restoration Initiative

3

Research Collaboration

Timeline from 1 verified sources