Key insights and market outlook
Djarum Foundation, berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi konservasi, berhasil melepasliarkan Elang Jawa bernama Raja Dirgantara yang telah direhabilitasi ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Upaya konservasi ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk melindungi spesies yang terancam punah melalui restorasi habitat, riset ilmiah, dan keterlibatan masyarakat. Studi terbaru di Gunung Muria menemukan 14 individu Elang Jawa, menyoroti pentingnya upaya konservasi lanjutan.
Djarum Foundation, berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan organisasi konservasi, berhasil melepasliarkan Elang Jawa bernama Raja Dirgantara yang telah direhabilitasi ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada 13 Desember 2025. Pencapaian konservasi yang signifikan ini merupakan hasil dari lebih dari setahun upaya rehabilitasi oleh Tim Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PPKEJ). Elang yang dilepasliarkan dilengkapi dengan pemancar GPS untuk memantau adaptasi, pola pergerakan, dan tingkat kelangsungan hidupnya di habitat alami.
Inisiatif konservasi ini didukung oleh riset ilmiah komprehensif, termasuk studi terbaru yang dilakukan oleh Burung Indonesia di Gunung Muria selama Juni-Agustus 2025. Studi ini mengidentifikasi setidaknya 10 individu Elang Jawa, terdiri dari 6 dewasa dan 4 remaja, dengan perkiraan konservatif menunjukkan total populasi hingga 14 individu di kawasan tersebut. Penelitian menyoroti bahwa meskipun Gunung Muria masih memiliki kondisi habitat yang relatif sesuai untuk spesies ini, ancaman seperti deforestasi, perburuan ilegal, dan perdagangan satwa liar tetap menjadi risiko signifikan.
Program konservasi Elang Jawa merupakan contoh kolaborasi multipihak yang melibatkan lembaga pemerintah, organisasi konservasi, peneliti, dan entitas sektor swasta seperti Djarum Foundation. Victor Hartono, Presiden Direktur Djarum Foundation, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Yayasan ini telah aktif mendukung program konservasi melalui berbagai inisiatif, termasuk rehabilitasi, penelitian, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pelepasliaran Raja Dirgantara yang berhasil dan temuan studi Gunung Muria membawa optimisme baru bagi upaya konservasi Elang Jawa. Kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan akan sangat penting dalam memastikan kelangsungan hidup jangka panjang spesies yang terancam punah ini.