Key insights and market outlook
Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) telah mengusulkan tiga strategi utama untuk menjaga kinerja industri dana pensiun di 2026: pilihan investasi personal, portofolio investasi diversifikasi, dan penguatan tata kelola. Asosiasi memproyeksikan pertumbuhan aset kelolaan sebesar 6-8% dan pertumbuhan peserta sebesar 4-7%. Tantangan yang dihadapi meliputi literasi keuangan yang rendah, ketidakpastian ekonomi global, dan masalah daya beli.
Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) telah menguraikan tiga strategi penting untuk menjaga dan meningkatkan kinerja industri dana pensiun di 2026. Menurut Tondy Suradiredja, Ketua Asosiasi DPLK, rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja investasi dan memperkuat daya tarik industri.
Rekomendasi pertama adalah implementasi pilihan investasi yang dipersonalisasi sesuai dengan profil risiko individu. Tondy menekankan pentingnya mempromosikan produk seperti Life Cycle Fund yang menyesuaikan risiko berdasarkan usia peserta. Pendekatan ini mengakui bahwa peserta memiliki toleransi risiko dan kebutuhan investasi yang berbeda-beda.
Strategi kedua berfokus pada penawaran pilihan investasi yang lebih beragam kepada peserta. Dengan memperluas pilihan investasi, penyedia dana pensiun dapat lebih memenuhi preferensi dan nafsu risiko investor yang berbeda. Diversifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja investasi secara keseluruhan dan menarik lebih banyak peserta.
Rekomendasi ketiga menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kepatuhan yang ketat terhadap manajemen risiko dan kepatuhan investasi. Tondy menekankan bahwa tata kelola yang kuat sangat penting untuk menjaga kepercayaan peserta dan memastikan keberlanjutan jangka panjang dana pensiun.
Asosiasi DPLK memproyeksikan bahwa industri akan mengalami pertumbuhan aset kelolaan sebesar 6-8% dan pertumbuhan jumlah peserta sebesar 4-7% di 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren yang diamati selama tiga tahun terakhir. Tondy mencatat bahwa meskipun ada potensi pertumbuhan di segmen pekerja informal, partisipasi korporasi diperkirakan akan mendorong sebagian besar pendaftaran baru.
Meskipun outlook positif, industri menghadapi beberapa tantangan di 2026. Tondy mengidentifikasi tiga masalah utama: literasi keuangan yang rendah di kalangan masyarakat, ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada return investasi, dan kendala daya beli yang mempengaruhi iuran pensiun sukarela. Mengatasi tantangan ini akan sangat penting untuk pertumbuhan dan kesuksesan industri yang berkelanjutan.
Asosiasi DPLK melihat potensi peningkatan partisipasi, terutama jika insentif pajak yang lebih menarik diperkenalkan atau jika produk pensiun menjadi lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Meningkatkan literasi keuangan melalui platform digital dan mempromosikan nilai tambah dana pensiun juga akan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan industri.
Pension Fund Growth Projections
Investment Strategy Recommendations
Industry Challenges Identification