Key insights and market outlook
PT Dana Syariah Indonesia (DSI), platform peer-to-peer lending berbasis syariah, menghadapi krisis keuangan parah dengan dana lender Rp 1,17 triliun tersangkut. Manajemen mengungkapkan bahwa hanya Rp 3,5 miliar tersisa untuk dibagikan kepada 14.000 lender. Situasi ini menyoroti tata kelola buruk dan mismanajemen keuangan, dengan masalah termasuk data lender tidak akurat, pengelolaan arus kas buruk, dan kas perusahaan stagnan.
PT Dana Syariah Indonesia (DSI), platform peer-to-peer lending berbasis syariah, terlibat dalam krisis keuangan parah dengan dana lender Rp 1,17 triliun tersangkut dalam sistem. Dalam pertemuan dengan Paguyuban Lender DSI pada 3 Desember 2025, manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan berjuang dengan masalah mismanajemen keuangan signifikan.
Manajemen DSI mengklaim bahwa hanya Rp 3,5 miliar tersisa sebagai dana pemulihan awal untuk dibagikan kepada sekitar 14.000 lender. Ini mewakili tingkat pemulihan 0,3% dari total dana yang tersangkut, menyoroti keparahan krisis keuangan. Manajemen mengungkapkan ketidakpastian tentang keakuratan data lender mereka sendiri, lebih memperumit proses distribusi.
Paguyuban Lender DSI diharapkan akan terus bernegosiasi dengan manajemen DSI untuk mencari resolusi. Badan pengawas mungkin perlu campur tangan untuk mengatasi masalah sistemik yang terungkap oleh kasus ini dan melindungi kepentingan lender yang terkena dampak.
DSI Financial Crisis
Lender Funds Stuck
Financial Mismanagement Exposure