Key insights and market outlook
Rencana redenominasi rupiah Indonesia dengan menghilangkan tiga angka nol berpotensi menghadapi tantangan signifikan tanpa kerangka strategis komprehensif, menurut ekonom. Redenominasi yang berhasil membutuhkan stabilitas makroekonomi, kredibilitas institusi, dan kesiapan infrastruktur digital. Contoh historis dari Turki dan Polandia menunjukkan bahwa redenominasi berhasil bila menjadi bagian dari reformasi ekonomi yang lebih luas. Faktor kunci termasuk kepercayaan publik, stabilitas harga, dan aspek perilaku. Rencana yang dihidupkan kembali oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini membutuhkan pertimbangan matang terhadap elemen-elemen tersebut untuk menghindari potensi konsekuensi negatif.
Usulan untuk redenominasi rupiah Indonesia dengan menghilangkan tiga angka nol telah memicu kekhawatiran di kalangan ekonom tentang potensi tantangan jika tidak diiringi dengan kerangka strategis komprehensif. Kusfiardi, analis ekonomi dari FINE Institute, menekankan bahwa diskursus publik sering kali berfokus pada aspek teknis daripada prasyarat makroekonomi dan institusional yang menentukan keberhasilan kebijakan tersebut.
Bukti historis menunjukkan bahwa redenominasi yang berhasil selalu menjadi bagian dari paket reformasi ekonomi yang lebih luas. Negara-negara seperti Turki (2005) dan Polandia berhasil mengimplementasikan redenominasi sebagai bagian dari reformasi komprehensif yang memperkuat disiplin makroekonomi, meningkatkan kredibilitas institusi, dan memperkuat kapasitas bank sentral. Studi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menunjukkan bahwa stabilitas harga dan kredibilitas fiskal adalah prasyarat penting untuk redenominasi yang sukses.
Kusfiardi menekankan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dengan hati-hati, terutama kesiapannya dalam infrastruktur digital dan sistem pembayaran. Pengalaman negara-negara seperti Ghana dan Meksiko menunjukkan bahwa kesiapan teknologi dan koordinasi antar pemangku kepentingan sangat krusial. Selain itu, bias psikologis dan persepsi publik perlu dikelola melalui komunikasi yang konsisten dan jelas untuk mencegah potensi dampak negatif pada stabilitas harga.
Rencana redenominasi rupiah yang dihidupkan kembali oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini membutuhkan perencanaan dan implementasi yang matang. Ekonom menekankan bahwa tanpa fondasi strategis yang kuat, kebijakan ini berisiko gagal mencapai tujuannya dan berpotensi menyebabkan disrupsi ekonomi.
Redenominasi Rupiah Discussion
Economic Reform Proposal