Economists Warn of Challenges in Rupiah Redenomination Plan Without Comprehensive Strategy
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Ekonomi Waspadai Tantangan dalam Rencana Redenominasi Rupiah Tanpa Strategi Komprehensif

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Rencana redenominasi rupiah Indonesia dengan menghilangkan tiga angka nol berpotensi menghadapi tantangan signifikan tanpa kerangka strategis komprehensif, menurut ekonom. Redenominasi yang berhasil membutuhkan stabilitas makroekonomi, kredibilitas institusi, dan kesiapan infrastruktur digital. Contoh historis dari Turki dan Polandia menunjukkan bahwa redenominasi berhasil bila menjadi bagian dari reformasi ekonomi yang lebih luas. Faktor kunci termasuk kepercayaan publik, stabilitas harga, dan aspek perilaku. Rencana yang dihidupkan kembali oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini membutuhkan pertimbangan matang terhadap elemen-elemen tersebut untuk menghindari potensi konsekuensi negatif.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Ekonom Menyuarakan Keprihatinan atas Rencana Redenominasi Rupiah

Kerangka Strategis Sangat Penting untuk Kesuksesan

Usulan untuk redenominasi rupiah Indonesia dengan menghilangkan tiga angka nol telah memicu kekhawatiran di kalangan ekonom tentang potensi tantangan jika tidak diiringi dengan kerangka strategis komprehensif. Kusfiardi, analis ekonomi dari FINE Institute, menekankan bahwa diskursus publik sering kali berfokus pada aspek teknis daripada prasyarat makroekonomi dan institusional yang menentukan keberhasilan kebijakan tersebut.

Pengalaman Internasional dan Faktor Penentu Kesuksesan

Bukti historis menunjukkan bahwa redenominasi yang berhasil selalu menjadi bagian dari paket reformasi ekonomi yang lebih luas. Negara-negara seperti Turki (2005) dan Polandia berhasil mengimplementasikan redenominasi sebagai bagian dari reformasi komprehensif yang memperkuat disiplin makroekonomi, meningkatkan kredibilitas institusi, dan memperkuat kapasitas bank sentral. Studi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menunjukkan bahwa stabilitas harga dan kredibilitas fiskal adalah prasyarat penting untuk redenominasi yang sukses.

Elemen Kritis untuk Implementasi

  1. Stabilitas Makroekonomi: Stabilitas harga yang kuat dan disiplin fiskal membentuk fondasi untuk redenominasi yang berhasil.
  2. Kepercayaan Publik: Kredibilitas bank sentral dan pemerintah sangat penting untuk menghindari persepsi ketidakstabilan.
  3. Infrastruktur Digital: Kesiapan sistem pembayaran dan infrastruktur digital sangat penting untuk memastikan transisi yang mulus.
  4. Aspek Perilaku: Komunikasi publik yang efektif diperlukan untuk mengurangi risiko seperti efek pembulatan dan persepsi inflasi.

Tantangan dalam Konteks Indonesia

Kusfiardi menekankan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dengan hati-hati, terutama kesiapannya dalam infrastruktur digital dan sistem pembayaran. Pengalaman negara-negara seperti Ghana dan Meksiko menunjukkan bahwa kesiapan teknologi dan koordinasi antar pemangku kepentingan sangat krusial. Selain itu, bias psikologis dan persepsi publik perlu dikelola melalui komunikasi yang konsisten dan jelas untuk mencegah potensi dampak negatif pada stabilitas harga.

Kesimpulan

Rencana redenominasi rupiah yang dihidupkan kembali oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini membutuhkan perencanaan dan implementasi yang matang. Ekonom menekankan bahwa tanpa fondasi strategis yang kuat, kebijakan ini berisiko gagal mencapai tujuannya dan berpotensi menyebabkan disrupsi ekonomi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Redenominasi RupiahKebijakan MoneterReformasi Ekonomi

Key Events

1

Redenominasi Rupiah Discussion

2

Economic Reform Proposal

Timeline from 1 verified sources