Key insights and market outlook
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), anak usaha Grup Emtek, berhasil mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025, dengan sahamnya melonjak 24,41% ke Rp790 pada hari pertama perdagangan 1
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang didukung oleh Grup Emtek, melakukan debut signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025. Saham langsung mencapai batas atas auto rejection (ARA), ditutup 24,41% lebih tinggi di Rp790 dibandingkan harga IPO Rp635 1
Analis dari berbagai firma sekuritas memberikan pandangan beragam tentang potensi dampak pencatatan SUPA terhadap kinerja Grup Emtek secara keseluruhan. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas mencatat bahwa meskipun IPO memberikan cerita strategis bagi Grup Emtek, dampak keuangan langsungnya mungkin terbatas 2
James Widjaja dari Henan Putihrai Sekuritas menyoroti bahwa Emtek, yang memegang saham 27,07% di SUPA, kemungkinan akan mendapat manfaat langsung dari profitabilitas bank digital di masa depan. Sinergi potensial antara SUPA dan Vidio (aset digital Emtek) dapat menciptakan nilai tambahan melalui promosi silang layanan mereka 2
Analis Investasi Edvisor Profina Visindo Indy Naila menunjukkan bahwa price-to-book value (PBV) SUPA sebesar 3-4 kali sejalan dengan bank digital lainnya, membenarkan valuasi premiumnya. Pertumbuhan pendapatan bunga yang agresif, ditambah dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat dan marjin bunga bersih (NIM) yang sehat, disebut sebagai faktor kunci yang mendukung penerimaan pasar positif 3
IPO SUPA yang sukses berdampak positif langsung pada kinerja saham Grup Emtek. Selama periode antara pengumuman IPO (25 November 2025) dan tanggal listing (17 Desember 2025), saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 6,37%, sementara PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) meningkat 5,12% 2
SUPA IPO Listing
Digital Bank Debut
Emtek Group Impact