Key insights and market outlook
Danang Setyawan mendirikan Jahe Rempah Mbah Tolok pada awal 2020, menciptakan bisnis minuman tradisional berbasis jahe yang sukses di Kudus, Jawa Tengah. Konsep 'wedangan' ini dengan cepat mendapatkan popularitas, terutama selama pandemi, dengan melayani generasi tua yang mencari ruang sosial tradisional. Bisnis ini menjadi viral selama COVID-19, mengisi celah pasar untuk tempat minuman tradisional.
Perjalanan Danang Setyawan dengan Jahe Rempah Mbah Tolok dimulai dengan mengamati proliferasi kafe modern yang terutama dikunjungi oleh demografi yang lebih muda. Pengamatan ini membawanya untuk mengidentifikasi peluang yang belum terjamah untuk menciptakan ruang bagi generasi yang lebih tua. Konsep 'wedangan' - pertemuan minuman tradisional Jawa - muncul sebagai dasar bisnisnya.
Bisnis ini dengan cepat mendapatkan momentum dengan menggabungkan warisan budaya dengan daya tarik modern. Jahe Rempah Mbah Tolok menjadi destinasi terkenal bagi mereka yang mencari minuman tradisional berbasis jahe di Kudus, Jawa Tengah. Kesuksesan usaha ini sangat didorong oleh pandemi COVID-19, ketika orang mencari pengalaman unik sambil mematuhi protokol kesehatan.
Jahe Rempah Mbah Tolok telah menjadi pemain penting dalam scene minuman Kudus, menunjukkan bagaimana konsep tradisional dapat diadaptasi untuk kesuksesan modern. Popularitas bisnis yang viral selama pandemi menyoroti potensi perusahaan berbasis warisan budaya untuk berkembang di pasar kontemporer.
Business Establishment in 2020
Viral Popularity During Pandemic