Key insights and market outlook
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons foto-foto viral yang menunjukkan pembukaan lahan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Baturaden, lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa gambar yang beredar tersebut sudah tidak terkini, berasal dari tahun 2017-2018 saat kegiatan eksplorasi masih berlangsung. Kondisi saat ini menunjukkan pertumbuhan vegetasi alami dan pemulihan lingkungan di area tersebut.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons foto-foto viral yang menunjukkan pembukaan lahan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Baturaden, lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, memberikan klarifikasi mengenai gambar yang beredar tersebut.
Eniya menyatakan bahwa foto-foto yang beredar sudah tidak terkini, berasal dari tahun 2017-2018 saat kegiatan eksplorasi masih berlangsung. Ia menekankan bahwa kondisi saat ini di area tersebut menunjukkan pertumbuhan vegetasi alami yang signifikan dan pemulihan lingkungan. Kementerian memastikan bahwa periode eksplorasi berakhir pada Desember 2024, dan sejak saat itu, tidak ada lagi kegiatan pengeboran atau pembukaan lahan baru.
WKP Baturaden dikelola oleh PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE) berdasarkan Izin Usaha Panas Bumi (IUP) dan Penyesuaian Izin Panas Bumi (IPB), dengan luas wilayah kerja sekitar 24.660 hektare. Eniya memastikan bahwa pengelolaan WKP Baturaden tetap berada di bawah pengawasan pemerintah, dengan mematuhi prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Selama inspeksi lapangan, tim pemerintah menemukan aktivitas pertambangan batuan (galian C) terpisah di dalam area WKP Baturaden, yang tidak terkait dengan operasi panas bumi. Pemerintah saat ini sedang mengevaluasi perizinan, tata kelola, dan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan tersebut.
ESDM mengklarifikasi bahwa kawasan wisata pemandian air panas Guci berada di luar WKP Baturaden dan tidak terkena eksplorasi panas bumi. Kerusakan fasilitas wisata Guci disebabkan oleh banjir pada 20 Desember 2025, yang merupakan kejadian berulang di kawasan tersebut. Otoritas lokal dan masyarakat saat ini melakukan upaya pembersihan dan perbaikan.
ESDM berkomitmen untuk memperkuat pengawasan lintas sektor dan melakukan evaluasi komprehensif terhadap pengelolaan WKP Baturaden, termasuk perencanaan pengembangan wilayah kerja yang berkelanjutan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Geothermal Exploration Completion
Environmental Recovery Efforts