Key insights and market outlook
Ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan besar di Indonesia, dengan akses terbatas terhadap pendidikan dan upah yang layak menghambat mobilitas sosial. Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, menekankan perlunya reformasi struktural dan campur tangan pemerintah untuk membantu masyarakat miskin naik ke kelas menengah. Langkah-langkah penting termasuk penyediaan pendidikan terjangkau dan fasilitas dasar seperti perumahan dan air bersih. Yudhistira juga mengingatkan agar tidak konsumtif berlebihan dan bahaya judi online serta pinjaman online bagi rumah tangga berpendapatan rendah.
Indonesia terus berjuang dengan ketimpangan ekonomi yang signifikan, di mana akses terbatas terhadap pendidikan berkualitas dan upah yang layak membuat banyak orang terjebak dalam kemiskinan. Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, meyakini bahwa meskipun menantang, bukan tidak mungkin bagi masyarakat miskin untuk naik ke kelas menengah dengan dukungan dan kebijakan yang tepat.
Yudhistira menekankan bahwa campur tangan pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mobilitas sosial. Ini termasuk implementasi kebijakan pajak progresif, mempertahankan atau meningkatkan anggaran pendidikan, dan memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti perumahan dan air bersih terjangkau. "Mendesak reformasi struktural, kebijakan pajak harus tajam ke atas, anggaran pendidikan jangan dipangkas untuk MBG, memastikan fasilitas dasar seperti air dan perumahan terjangkau," Yudhistira menekankan.
Bagi individu yang hidup dalam kemiskinan, Yudhistira menyarankan untuk tidak melakukan konsumsi berlebihan dan memperingatkan tentang bahaya jatuh ke dalam utang melalui pinjaman online atau terlibat dalam judi online. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah yang diterima tidak boleh digunakan untuk tujuan tersebut, karena dapat memperburuk situasi keuangan mereka. "Orang miskin jika mendapat bansos jangan untuk judol dan ketagihan pinjol," ia peringatkan.
Jalan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial di Indonesia membutuhkan pendekatan multi-faset. Ini melibatkan tidak hanya kebijakan pemerintah tetapi juga perubahan perilaku di kalangan masyarakat miskin. Dengan menggabungkan reformasi struktural dengan disiplin keuangan dan dukungan untuk pendidikan dan infrastruktur dasar, Indonesia dapat membuat langkah signifikan dalam mengatasi ketimpangan ekonomi.
Poverty Reduction Strategies
Financial Literacy Advocacy