Five Textile Factories Shut Down, 3,000 Workers Laid Off in Indonesia
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Lima Pabrik Tekstil Tutup, 3.000 Pekerja Terkena PHK di Indonesia

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Lima pabrik tekstil di Indonesia telah menghentikan produksi dan menutup operasionalnya pada tahun 2025, mengakibatkan sekitar 3.000 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Penutupan ini disebabkan oleh kerugian besar akibat penjualan domestik yang rendah dan persaingan dari impor murah. Industri tekstil Indonesia mengalami penurunan, dengan Sekretaris Jenderal APSyFI menyatakan bahwa tren ini menandakan deindustrialisasi di negara ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Tekstil Indonesia Menghadapi Krisis dengan Penutupan Lima Pabrik

Banyaknya Kehilangan Pekerjaan yang Dilaporkan

Industri tekstil Indonesia menghadapi krisis serius dengan penutupan lima pabrik pada tahun 2025, mengakibatkan sekitar 3.000 kehilangan pekerjaan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Farhan Aqil Syauqi, menyoroti bahwa industri tekstil domestik mengalami penurunan produksi yang signifikan.

Faktor Penyebab Penutupan Pabrik

Penutupan pabrik-pabrik ini terutama disebabkan oleh kerugian finansial besar yang berasal dari penjualan domestik yang rendah. Masuknya produk tekstil impor murah telah memperburuk situasi, membuat produsen lokal sulit bersaing. Menurut Farhan Aqil Syauqi, banjir barang impor dengan harga dumping telah menjadi faktor kritis yang menyebabkan perusahaan ini tutup.

Implikasi bagi Ekonomi Indonesia

Penurunan industri tekstil menimbulkan kekhawatiran tentang deindustrialisasi di Indonesia. Hilangnya kapasitas manufaktur tidak hanya mempengaruhi pekerjaan tetapi juga memiliki implikasi lebih luas bagi pembangunan ekonomi negara. Sektor tekstil secara tradisional merupakan penyedia lapangan kerja besar dan kontributor output industri Indonesia.

Respons Industri dan Prospek Masa Depan

APSyFI telah menyuarakan keprihatinan tentang tantangan yang dihadapi industri tekstil, menekankan pentingnya langkah-langkah untuk melindungi produsen domestik dari persaingan tidak sehat. Situasi ini menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan kebijakan perdagangan yang dapat membantu merevitalisasi industri dan mencegah penutupan lebih lanjut.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

TekstilIndustri ManufakturPHKImpor Tekstil

Key Events

1

Penutupan Pabrik Tekstil

2

PHK Massal di Industri Tekstil

Timeline from 1 verified sources