Key insights and market outlook
Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk sebesar Rp1,04 triliun pada periode 5-8 Januari 2026. Inflow ini terutama didorong oleh pembelian neto di pasar saham (Rp1,78 triliun) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) (Rp1,04 triliun). Namun, terjadi capital outflow sebesar Rp1,38 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya aliran modal asing yang signifikan masuk ke pasar keuangan domestik selama periode 5-8 Januari 2026. Bank sentral mencatat total inflow sebesar Rp1,04 triliun selama empat hari tersebut. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, data yang dihimpun BI dari transaksi pasar keuangan domestik menunjukkan bahwa investor asing melakukan pembelian neto di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Aliran modal masuk terutama didorong oleh dua komponen utama: pembelian neto di pasar saham sebesar Rp1,78 triliun dan investasi di SRBI sebesar Rp1,04 triliun. Namun, tren positif ini sebagian diimbangi oleh capital outflow sebesar Rp1,38 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN). Hasil bersihnya adalah total aliran modal masuk sebesar Rp1,04 triliun selama periode tersebut.
Pergerakan modal yang diamati menunjukkan sentimen campuran di kalangan investor asing terhadap aset keuangan Indonesia. Meskipun ada minat yang signifikan di pasar ekuitas dan sekuritas jangka pendek BI, outflow dari pasar SBN menunjukkan kehati-hatian terhadap utang pemerintah jangka panjang. Sinyal campuran ini mencerminkan dinamika kompleks yang terjadi di pasar negara berkembang seperti Indonesia, di mana tren ekonomi global, kebijakan moneter domestik, dan nafsu risiko investor semuanya berperan penting dalam menentukan arus modal.
Foreign Capital Inflow
Stock Market Investment
SBN Market Outflow