Foreign Investors Eye Indonesian Banks as Attractive Buy at Current Prices
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Investor Asing Mengincar Saham Bank di Indonesia sebagai Beli Menarik di Harga Saat Ini

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Investor asing telah melepas saham perbankan Indonesia tahun ini, dengan BBCA menghadapi net sell Rp26,94 triliun dan BMRI Rp17,38 triliun. Namun, analis memprediksi potensi pembalikan arus modal di 2026 didorong oleh pemotongan suku bunga BI dan stimulus pemerintah. Penjualan ini telah menyebabkan penurunan harga yang signifikan: BBCA turun 12,4%, BMRI turun 17,02%, dan BBRI turun 3,68% sepanjang tahun ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Saham Perbankan Indonesia: Kondisi Oversold Menjadi Peluang Beli

Perubahan Sentimen Investor Asing

Saham perbankan Indonesia, terutama emiten besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), telah menghadapi tekanan jual yang signifikan dari investor asing sepanjang tahun 2025. Penjualan ini telah menghasilkan angka net sell yang substansial: Rp26,94 triliun untuk BBCA, Rp17,38 triliun untuk BMRI, Rp4,71 triliun untuk BBNI, dan Rp3,64 triliun untuk BBRI.

Faktor yang Mendorong Keputusan Investor Asing

Analis Riset Saham Farell Nathanael dari OCBC Sekuritas mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi pada sentimen negatif investor asing terhadap saham perbankan Indonesia. Masalah utama termasuk kualitas aset yang memburuk, yang terlihat dari kenaikan kredit bermasalah (NPL), dan pertumbuhan pinjaman yang melambat karena kendala likuiditas. Faktor-faktor ini secara kolektif telah berkontribusi pada penjualan besar-besaran di pasar.

Reaksi Pasar dan Kinerja Saham

Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah berdampak signifikan pada harga saham. Saham perbankan besar telah mencatat penurunan yang signifikan sepanjang tahun: BBCA turun 12,4%, BMRI turun 17,02%, dan BBRI turun 3,68%. Meskipun penurunan ini, analis mulai melihat level harga saat ini sebagai peluang beli yang menarik.

Prospek Positif untuk 2026

Analis optimis tentang potensi pembalikan sentimen investor asing memasuki 2026. Beberapa faktor diharapkan mendorong perubahan ini: pertama, pemotongan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia yang akan merangsang pertumbuhan kredit dan meningkatkan fundamental sektor perbankan; kedua, langkah-langkah stimulus pemerintah yang kemungkinan akan menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan. Kombinasi faktor-faktor ini diharapkan membuat saham perbankan Indonesia lebih menarik bagi investor asing.

Dukungan Pemerintah dan Bank Sentral

Suntikan likuiditas sebesar Rp200 triliun oleh pemerintah, yang bersumber dari Bank Indonesia, dipandang sebagai katalis positif bagi kinerja fundamental sektor perbankan. Suntikan likuiditas ini, dikombinasikan dengan sikap kebijakan moneter yang akomodatif dari bank sentral, menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi saham perbankan. Ketika suku bunga menurun, likuiditas asing diharapkan mengalir ke aset yang memberikan yield lebih tinggi, termasuk saham perbankan Indonesia.

Implikasi Investasi

Kondisi pasar saat ini menghadirkan apa yang dianggap analis sebagai waktu yang tepat untuk mengakumulasi posisi pada saham perbankan yang berkualitas. Kombinasi fundamental yang membaik, dukungan pemerintah, dan valuasi yang menarik menciptakan kasus investasi yang menarik untuk bank-bank besar Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCABMRIBBNIBBRI

Topics Covered

Banking Sector OutlookForeign Investment TrendsMonetary Policy Impact

Key Events

1

Foreign Investor Sell-off

2

Bank Indonesia Rate Cuts

3

Government Liquidity Injection

Timeline from 1 verified sources