Foreign Investors Pull Rp130 Billion from RI Financial Markets in Second Week of December 2025
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 14
Sources1 verified

Investor Asing Tarik Rp130 Miliar dari Pasar Keuangan RI pada Pekan Kedua Desember 2025

Tim Editorial AnalisaHub·14 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Investor asing menarik Rp130 miliar dari pasar keuangan Indonesia pada pekan kedua Desember 2025, menurut Bank Indonesia (BI). Arus keluar ini terutama disebabkan oleh penjualan neto Rp4,12 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meskipun ada pembelian neto Rp1,14 triliun di pasar saham dan Rp2,85 triliun di obligasi pemerintah. Hal ini mengikuti penjualan neto kumulatif Rp25,95 triliun di saham dan Rp116,34 triliun di SRBI sepanjang 2025. BI terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas eksternal.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Arus Modal Asing Keluar Rp130 Miliar pada Pekan Kedua Desember 2025

Dinamika Pasar Modal

Bank Indonesia melaporkan adanya arus modal asing keluar sebesar Rp130 miliar dari pasar keuangan Indonesia selama pekan kedua Desember 2025. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, investor asing mencatat penjualan neto sebesar Rp0,13 triliun antara 8-11 Desember 2025. Arus keluar ini terutama disebabkan oleh penjualan neto Rp4,12 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meskipun ada pembelian neto Rp1,14 triliun di pasar saham dan Rp2,85 triliun di obligasi pemerintah (SBN).

Tren Investasi Asing Kumulatif 2025

Arus keluar modal pada pekan kedua Desember ini mengikuti aktivitas investor asing yang signifikan sepanjang 2025. Data kumulatif hingga 11 Desember 2025 menunjukkan investor asing mencatat penjualan neto Rp25,95 triliun di pasar saham, Rp3,49 triliun di SBN, dan Rp116,34 triliun di SRBI. Penarikan dana yang substansial ini mencerminkan dinamika pasar keuangan Indonesia yang terus berlangsung.

Reaksi Pasar dan Persepsi Risiko

Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun tercatat sebesar 72,99 basis poin per 11 Desember 2025, naik dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan persepsi investor terhadap risiko kredit yang meningkat. Sementara itu, nilai tukar IDR menguat ke Rp16.650 per USD pada pembukaan perdagangan 12 Desember 2025, dari Rp16.665 per USD sehari sebelumnya. Imbal hasil SBN 10 tahun tetap stabil di 6,16%.

Respons Pemerintah dan BI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti peran SRBI dalam menyerap likuiditas, mencatat bahwa meskipun pemerintah menginjeksikan sekitar Rp200 triliun ke sistem keuangan melalui bank milik negara, dana investor tetap mengalir ke SRBI. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa SRBI adalah bagian dari manajemen likuiditas dan upaya menjaga stabilitas. Ia mencatat bahwa BI telah menyesuaikan suku bunga SRBI untuk menarik investasi setelah pemotongan BI rate sebesar 125 bps tahun ini.

Implikasi Pasar

Arus keluar modal dan dinamika pasar menggarisbawahi tantangan berkelanjutan dalam menjaga stabilitas keuangan. Koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas terkait sangat penting dalam mengelola arus modal dan menjaga kepercayaan pasar. Penyesuaian suku bunga SRBI merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyeimbangkan likuiditas dan menarik investasi asing.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Capital OutflowFinancial Market DynamicsMonetary Policy

Key Events

1

Foreign Capital Outflow

2

SRBI Net Sell-Off

3

Government Liquidity Injection

Timeline from 1 verified sources