Key insights and market outlook
Pada pekan ketiga Desember 2025, investor asing menarik Rp240 miliar dari pasar obligasi pemerintah (SBN), meskipun ada aliran masuk bersih Rp240 miliar ke pasar keuangan secara keseluruhan. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa modal asing masuk ke pasar saham (Rp600 miliar) dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) (Rp260 miliar). Imbal hasil SBN 10 tahun turun menjadi 6,12% dari 6,14%. Credit default swaps (CDS) Indonesia juga turun menjadi 69,80 bps dari 71,22 bps.
Pada pekan ketiga Desember 2025, pasar keuangan Indonesia mengalami tren aliran modal yang berbeda-beda di berbagai instrumen investasi. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing bersih sebesar Rp240 miliar ke pasar keuangan secara keseluruhan untuk periode 15-18 Desember 2025. Namun, angka keseluruhan ini menyembunyikan adanya outflow signifikan dari obligasi pemerintah.
Data menunjukkan bahwa sementara ada aliran keluar modal asing sebesar Rp240 miliar dari pasar obligasi pemerintah (SBN), terdapat inflow simultan ke instrumen keuangan lainnya. Khususnya, pasar saham mencatat inflow sebesar Rp600 miliar, sementara Sekuritas Rupiah BI (SRBI) menarik Rp260 miliar investasi asing.
Secara kumulatif hingga 18 Desember 2025, pasar keuangan Indonesia mencatat outflow modal asing yang signifikan di berbagai kelas aset. Outflow kumulatif tercatat sebagai berikut:
Persepsi risiko terhadap aset Indonesia menunjukkan perbaikan selama periode tersebut. Credit default swaps (CDS) 5 tahun Indonesia turun menjadi 69,80 basis poin pada 18 Desember 2025 dari 71,22 basis poin pada 12 Desember 2025. Penurunan ini menunjukkan perbaikan sentimen investor terhadap aset Indonesia.
Rupiah Indonesia dibuka stabil di level Rp16.710 per USD pada Jumat, 19 Desember 2025. Stabilitas mata uang ini terjadi meskipun Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke level 98,43 pada 18 Desember 2025. Di pasar obligasi, yield SBN 10 tahun turun menjadi 6,12% dari 6,14% pada sesi perdagangan sebelumnya. Demikian pula, yield US Treasury Note 10 tahun turun menjadi 4,12% pada akhir perdagangan 18 Desember 2025.
BI telah menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah aliran modal ini. Pengawasan BI terhadap perkembangan domestik dan internasional menunjukkan pendekatan proaktif dalam mengelola potensi volatilitas di pasar keuangan.
Foreign Capital Withdrawal from SBN
Capital Inflow into Stock Market and SRBI