Key insights and market outlook
Investor asing menarik Rp7,71 triliun dari pasar keuangan Indonesia antara 12-14 Januari 2026, terutama melalui penjualan neto surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah BI (SRBI). Meskipun terjadi outflow, sepanjang tahun berjalan (1-14 Januari 2026), Indonesia masih mencatat inflow neto sebesar Rp1,58 triliun. Outflow ini menyebabkan kenaikan premi credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia menjadi 71,43 basis poin dan sedikit kenaikan yield SBN 10 tahun menjadi 6,23%.
Bank Indonesia melaporkan adanya arus modal asing keluar sebesar Rp7,71 triliun dari pasar keuangan Indonesia antara 12-14 Januari 2026. Penarikan dana ini terutama disebabkan oleh penjualan neto surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah BI (SRBI) sebesar Rp8,15 triliun dan Rp2,64 triliun. Sebaliknya, terjadi pembelian neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham selama periode yang sama.
Meskipun terjadi outflow, arus modal tahun berjalan (1-14 Januari 2026) masih mencatat inflow neto sebesar Rp1,58 triliun. Rinciannya adalah pembelian neto Rp6,61 triliun di pasar saham dan Rp5,33 triliun di SRBI, yang sebagian diimbangi oleh penjualan neto Rp9,91 triliun di SBN.
Arus modal keluar ini berdampak pada beberapa indikator keuangan. Premi credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia naik menjadi 71,43 basis poin per 14 Januari 2026, dari 69,31 basis poin pada 9 Januari 2026. Yield SBN 10 tahun juga meningkat menjadi 6,23% pada 15 Januari 2026, dari 6,21% pada 14 Januari 2026. Sementara itu, yield US Treasury Note 10 tahun berada di level 4,132% pada 14 Januari 2026.
Rupiah dibuka menguat ke Rp16.840 per USD pada 15 Januari 2026, dibandingkan Rp16.855 per USD pada penutupan 14 Januari 2026. Penguatan ini menunjukkan sentimen positif terhadap rupiah meskipun terjadi outflow.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas eksternal melalui koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Bank sentral juga berencana mengoptimalkan bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.
Foreign Capital Outflow
SBN Sales Surge
SRBI Net Sales