Foreign Investors Withdraw Rp7.71 Trillion from Indonesia, SBN and SRBI Sales Surge
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 16
Sources1 verified

Investor Asing Tarik Rp7,71 Triliun dari RI, Jual SBN dan SRBI Meningkat

Tim Editorial AnalisaHub·16 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Investor asing menarik Rp7,71 triliun dari pasar keuangan Indonesia antara 12-14 Januari 2026, terutama melalui penjualan neto surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah BI (SRBI). Meskipun terjadi outflow, sepanjang tahun berjalan (1-14 Januari 2026), Indonesia masih mencatat inflow neto sebesar Rp1,58 triliun. Outflow ini menyebabkan kenaikan premi credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia menjadi 71,43 basis poin dan sedikit kenaikan yield SBN 10 tahun menjadi 6,23%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Arus Modal Asing Keluar dari Pasar Indonesia

Penarikan Dana Signifikan dalam Periode Singkat

Bank Indonesia melaporkan adanya arus modal asing keluar sebesar Rp7,71 triliun dari pasar keuangan Indonesia antara 12-14 Januari 2026. Penarikan dana ini terutama disebabkan oleh penjualan neto surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah BI (SRBI) sebesar Rp8,15 triliun dan Rp2,64 triliun. Sebaliknya, terjadi pembelian neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham selama periode yang sama.

Arus Modal Tahun Berjalan Masih Positif

Meskipun terjadi outflow, arus modal tahun berjalan (1-14 Januari 2026) masih mencatat inflow neto sebesar Rp1,58 triliun. Rinciannya adalah pembelian neto Rp6,61 triliun di pasar saham dan Rp5,33 triliun di SRBI, yang sebagian diimbangi oleh penjualan neto Rp9,91 triliun di SBN.

Dampak pada Indikator Keuangan

Arus modal keluar ini berdampak pada beberapa indikator keuangan. Premi credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia naik menjadi 71,43 basis poin per 14 Januari 2026, dari 69,31 basis poin pada 9 Januari 2026. Yield SBN 10 tahun juga meningkat menjadi 6,23% pada 15 Januari 2026, dari 6,21% pada 14 Januari 2026. Sementara itu, yield US Treasury Note 10 tahun berada di level 4,132% pada 14 Januari 2026.

Pergerakan Mata Uang

Rupiah dibuka menguat ke Rp16.840 per USD pada 15 Januari 2026, dibandingkan Rp16.855 per USD pada penutupan 14 Januari 2026. Penguatan ini menunjukkan sentimen positif terhadap rupiah meskipun terjadi outflow.

Respons Bank Indonesia

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas eksternal melalui koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Bank sentral juga berencana mengoptimalkan bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
23 hours ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Capital FlowFinancial MarketsGovernment Securities

Key Events

1

Foreign Capital Outflow

2

SBN Sales Surge

3

SRBI Net Sales

Timeline from 1 verified sources