Key insights and market outlook
Louis Gerstner, mantan CEO dan Chairman IBM, meninggal dunia di usia 83 tahun. Gerstner bergabung dengan IBM pada April 1993 dan memimpin transformasi perusahaan selama periode kritis. Di bawah kepemimpinannya, IBM berhasil melewati tantangan besar dan fokus kembali pada kebutuhan klien. CEO IBM saat ini, Arvind Krishna, memuji kepemimpinan transformatif dan visi strategis Gerstner yang membantu IBM mendapatkan kembali keunggulan kompetitifnya.
Louis Gerstner, mantan CEO dan Chairman IBM yang berperan penting dalam pemulihan perusahaan selama tahun 1990-an, meninggal dunia di usia 83 tahun. Penunjukan Gerstner sebagai CEO IBM pada April 1993 menandai titik balik penting bagi raksasa teknologi yang sedang berjuang. Setelah sebelumnya menjabat sebagai CEO RJR Nabisco, Gerstner membawa perspektif segar dan wawasan strategis ke IBM.
Ketika Gerstner bergabung dengan IBM, perusahaan ini menghadapi masa depan yang tidak pasti dan membutuhkan perubahan radikal. Melalui kepemimpinan strategis-nya, Gerstner berhasil mentransformasi IBM dengan fokus pada kebutuhan klien dan mengembangkan solusi inovatif. Pendekatannya ditandai dengan perspektif yang berpandangan ke depan daripada terjebak pada keberhasilan masa lalu. CEO IBM saat ini, Arvind Krishna, mencatat bahwa kepemimpinan Gerstner sangat berperan dalam mengembalikan IBM ke jalur yang benar.
Sebelum bergabung dengan IBM, Gerstner memiliki karir yang cemerlang, setelah sebelumnya menjabat sebagai eksekutif di American Express dan konsultan di McKinsey. Penunjukannya sebagai CEO IBM menjadikannya orang luar pertama yang memimpin perusahaan, membawa perubahan yang sangat dibutuhkan pada budaya perusahaan dan strategi bisnis. Dampak Gerstner pada IBM telah meninggalkan warisan yang langgeng di sektor teknologi.
Former CEO Passing
Corporate Leadership Change Impact