Key insights and market outlook
Produksi emas PT Freeport Indonesia diproyeksikan turun menjadi 26 ton di tahun 2026, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 45 ton, akibat insiden longsoran material di tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025. Perusahaan saat ini sedang memulihkan operasi, dengan GBC diharapkan kembali berproduksi penuh pada tahun 2027. Insiden ini juga berdampak pada produksi tahun 2025, dengan penjualan tembaga diproyeksikan mencapai 537.000 ton, 70% dari target awal 6
Produksi emas PT Freeport Indonesia mengalami penurunan signifikan di tahun 2026, dengan proyeksi sekarang mencapai 26 ton, turun dari estimasi awal 45 ton 5
Proses pemulihan saat ini sedang berlangsung, dengan produksi dari Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gosan saat ini beroperasi pada kapasitas 30%. Manajemen Freeport memprioritaskan pemulihan GBC, yang sangat penting untuk kembali ke level produksi normal 2
Meski menghadapi tantangan operasional saat ini, Freeport mengumumkan penemuan sumber daya mineral tambahan signifikan di tambang Grasberg. Perusahaan telah mengidentifikasi 3 miliar ton sumber daya mineral, termasuk tembaga, emas, dan perak, meskipun belum diklasifikasikan sebagai cadangan terbukti 3
Insiden ini juga berdampak pada kinerja Freeport tahun 2025, dengan penjualan tembaga diproyeksikan hanya mencapai 537.000 ton, atau sekitar 70% dari target awal 770.000 ton yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 6
Freeport juga sedang berdiskusi dengan pemerintah Indonesia terkait potensi penambahan 12% kepemilikan saham pemerintah pada tahun 2041. Saat ini terdapat kesepahaman, namun perjanjian formal masih belum final 4
Mining Incident at GBC
Production Cut in 2026
Potential Government Stake Increase