Key insights and market outlook
Amerika Serikat mendorong negara-negara G7 untuk mengurangi ketergantungan mereka pada China untuk mineral kritis, dengan China saat ini menguasai 87% pasokan global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi untuk membahas masalah ini, dihadiri oleh menteri keuangan dari negara-negara G7, Uni Eropa, Australia, India, Korea Selatan, dan Meksiko. Kelompok ini mewakili 60% permintaan global untuk mineral kritis. Urgensi ini muncul dari kontrol China atas rantai pasokan dan ancaman baru-baru ini untuk menerapkan kontrol ekspor yang ketat.
Amerika Serikat memimpin upaya untuk mendesak negara-negara G7 mempercepat inisiatif mereka untuk mengurangi ketergantungan pada China untuk mineral kritis, karena China mendominasi 87% pasokan global. Dorongan ini datang ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi dengan menteri keuangan dari negara-negara G7, Uni Eropa, Australia, India, Korea Selatan, dan Meksiko. Pertemuan ini mewakili negara-negara yang menyumbang 60% permintaan global untuk sumber daya penting ini.
Kegentingan seputar mineral kritis meningkat setelah China baru-baru ini mengancam untuk menerapkan kontrol ekspor yang ketat. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan negara-negara G7 tentang kerentanan mereka terhadap gangguan rantai pasokan. Situasi ini sangat mendesak mengingat penggunaan historis China terhadap pembatasan ekspor sebagai alat geopolitik, terutama pada tahun 2010 ketika China secara tiba-tiba menghentikan ekspor mineral tertentu ke Jepang.
Dominasi China di sektor mineral kritis adalah hasil dari investasi dan pengembangan strategis selama bertahun-tahun. Negara ini telah berhasil memposisikan diri sebagai pemasok utama bahan-bahan penting ini, memberinya pengaruh signifikan atas negara-negara lain. Negara-negara G7 dan negara-negara yang diundang lainnya mengakui perlunya diversifikasi rantai pasokan mereka untuk mengurangi risiko yang terkait dengan ketergantungan berlebihan pada China.
Pertemuan yang akan datang diharapkan akan fokus pada strategi kolaboratif untuk mengamankan sumber alternatif mineral kritis dan memperkuat industri dalam negeri. Area diskusi utama kemungkinan akan mencakup investasi pada proyek pertambangan di luar China, pengembangan teknologi daur ulang, dan peningkatan ketahanan rantai pasokan. Inisiatif ini mencerminkan pengakuan yang berkembang di kalangan negara-negara Barat akan pentingnya strategis mineral kritis dalam menjaga daya saing ekonomi dan teknologi mereka.
G7 Critical Minerals Meeting
China Export Control Threat
Global Supply Chain Diversification Efforts