Key insights and market outlook
Pabrik garmen PT WHB kembali beroperasi di Pemalang dengan potensi penyerapan 1.500 pekerja lokal hingga akhir 2025. Saat ini, pabrik tersebut telah mempekerjakan 1.300 pekerja dan sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membuka lapangan kerja dan memperkuat produksi dalam negeri. Investasi ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengembangkan industri padat karya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional.
Pembukaan kembali pabrik garmen PT WHB di Pemalang diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, dengan potensi menyerap hingga 1.500 pekerja pada akhir 2025. Saat ini, pabrik tersebut telah mempekerjakan sekitar 1.300 pekerja dengan rencana perluasan lebih lanjut. Investasi ini sejalan dengan fokus pemerintah pada industri padat karya sebagai sarana penciptaan lapangan kerja besar-besaran.
Pemilik PT WHB, Alfindra Amanda, menekankan bahwa visi perusahaan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk membuka lapangan kerja, memperkuat produksi dalam negeri, dan mempromosikan produk Indonesia di kancah global. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah penting dalam mencapai tujuan nasional tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa investasi merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, pemerintah telah mengambil langkah-langkah seperti memastikan keamanan dan menyederhanakan proses perizinan melalui sistem satu pintu. Upaya ini telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37%, melampaui rata-rata nasional.
Pemerintah juga fokus pada peningkatan program pelatihan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengembangkan tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan industri seperti PT WHB. Pendekatan strategis ini bertujuan menciptakan pasokan tenaga kerja kompeten yang kuat untuk sektor industri yang berkembang.
Garment Factory Reopening
Employment Creation Initiative
Regional Investment Promotion