Key insights and market outlook
Garuda Indonesia (GIAA) berencana mengoperasikan 78 pesawat pada Oktober 2025, dengan 58 pesawat dalam kondisi serviceable saat ini. Kelompok induk Garuda mendukung pemulihan armada melalui suntikan modal Rp23 triliun dan pinjaman pemegang saham (SHL). Citilink, anak usaha Garuda, akan mereaktivasi 9 pesawat tambahan pada akhir tahun, sehingga armada operasionalnya mencapai 36 pesawat serviceable. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat momentum pemulihan kelompok.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mempercepat pemulihan armadanya melalui strategi komprehensif yang melibatkan dukungan finansial signifikan dan peningkatan operasional. Maskapai ini berencana mengoperasikan 78 pesawat pada Oktober 2025, menandai upaya pemulihan substansial. Saat ini, Garuda memiliki 58 pesawat serviceable, sementara anak usahanya Citilink mengoperasikan 64 pesawat dengan 32 pesawat serviceable.
Rencana pemulihan didukung oleh suntikan modal Rp23 triliun, menunjukkan komitmen kuat dari kelompok induk. Selain itu, Garuda menggunakan pinjaman pemegang saham (SHL) untuk meningkatkan serviceability armada. Langkah-langkah finansial ini telah menunjukkan hasil positif, dengan armada serviceable Garuda meningkat lebih dari 13 pesawat. Citilink juga menjadi bagian dari rencana pemulihan, dengan rencana mereaktivasi 9 pesawat tambahan sejak September, sehingga total armada serviceable mereka mencapai 36 pesawat pada akhir tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa menjaga serviceability pesawat baik Garuda maupun Citilink menciptakan momentum pemulihan yang solid. Reaktivasi strategis dan dukungan finansial menjadi komponen kunci strategi pemulihan ini, memposisikan Grup Garuda untuk kehadiran pasar yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang.
Capital Injection Rp23T
Fleet Expansion Plan
Operational Recovery