Key insights and market outlook
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengecam keras kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Donald Trump, memperingatkan bahwa tatanan global berisiko menjadi "sarang perampok". Pernyataan Steinmeier, yang sebagian besar bersifat seremonial, memiliki bobot politik tertentu karena ia merujuk pada tindakan kontroversial terbaru seperti situasi di Venezuela.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier telah melancarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataan yang mendapat perhatian luas, Steinmeier memperingatkan bahwa tatanan global berisiko berubah menjadi "sarang perampok" di mana aktor tidak bermoral mengambil apa saja yang mereka inginkan. Bahasa keras ini tampaknya merujuk pada tindakan kontroversial terbaru AS, termasuk situasi di Venezuela.
Meskipun peran Presiden Jerman sebagian besar bersifat seremonial, komentar Steinmeier memiliki bobot politik yang substansial. Sebagai mantan Menteri Luar Negeri, posisinya memberinya lebih banyak ruang untuk mengekspresikan pandangannya dibandingkan politisi aktif lainnya. Pernyataan ini dipandang sebagai intervensi luar biasa dalam urusan global, menyoroti kekhawatiran meningkat tentang arah hubungan internasional di bawah pemerintahan AS saat ini.
Kritik Steinmeier datang pada saat lanskap politik global mengalami pergeseran signifikan. Peringatan tentang tatanan global yang berubah menjadi "sarang perampok" menggarisbawahi ketakutan akan meningkatnya unilateralisme dan erosi kerjasama multilateral. Perkembangan ini kemungkinan akan memiliki implikasi jangka panjang bagi hubungan internasional dan tata kelola global.