Key insights and market outlook
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengkritik kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Donald Trump, memperingatkan bahwa hal itu berisiko menghancurkan tatanan global pasca-PD II. Komentar Steinmeier, yang dibuat selama simposium, merujuk pada tindakan AS terbaru termasuk situasi di Venezuela, yang menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut melemahkan stabilitas global dan nilai-nilai moral.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier telah melancarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Berbicara dalam sebuah simposium baru-baru ini, Steinmeier memperingatkan bahwa tindakan AS saat ini membahayakan tatanan internasional pasca-Perang Dunia II. Komentar presiden tersebut ditujukan pada apa yang dia anggap sebagai pergeseran berbahaya dalam politik global, di mana kekuatan menjadi benar dan prinsip moral sedang dilemahkan.
Steinmeier secara khusus merujuk pada intervensi AS terbaru, khususnya menyebutkan situasi di Venezuela yang melibatkan Presiden Nicolás Maduro. Tindakan-tindakan ini, menurut Steinmeier, telah berkontribusi pada ketegangan global yang meningkat dan mewakili penyimpangan dari norma internasional yang telah ditetapkan. Presiden Jerman menekankan bahwa langkah-langkah semacam itu oleh AS, yang secara tradisional dianggap sebagai pilar stabilitas global dan mitra kunci Jerman, sangat mengkhawatirkan karena mereka menandakan potensi runtuhnya nilai-nilai dan kerjasama bersama.
Kritik dari Steinmeier menyoroti kekhawatiran yang tumbuh di kalangan pemimpin Eropa tentang arah kebijakan luar negeri AS dan implikasinya bagi tata kelola global. Sebagai tokoh senior dalam politik Jerman dan mantan sekutu dekat AS, pernyataan Steinmeier membawa bobot yang signifikan. Mereka mencerminkan kecemasan yang lebih luas tentang erosi tatanan internasional berbasis aturan dan potensi peningkatan ketidakstabilan dalam urusan global.