Key insights and market outlook
Produksi domestik meningkat di negara importir utama seperti Tiongkok dan India, sehingga mengurangi kebutuhan impor mereka secara signifikan, menjadi faktor utama melemahnya harga batubara global sepanjang 2025. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan penurunan ini disebabkan oleh kombinasi dinamika permintaan global, faktor suplai, dan kebijakan energi. Normalisasi pasar, bukan krisis permintaan, dianggap sebagai penyebab utama penurunan harga ini.
Pasar batubara global mengalami penurunan harga terus menerus sepanjang 2025. Menurut pengamatan industri, tren ini terutama disebabkan oleh normalisasi kondisi pasar daripada krisis permintaan. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyatakan bahwa penurunan harga ini merupakan hasil dari kombinasi faktor termasuk dinamika permintaan global, kondisi suplai, dan kebijakan energi.
Gita Mahyarani menekankan bahwa situasi pasar saat ini merupakan hasil dari berbagai faktor bukan satu penyebab tunggal. Industri sedang mengalami fase normalisasi di mana harga menyesuaikan untuk mencerminkan lanskap energi global saat ini. Wawasan APBI menunjukkan bahwa meskipun prospek jangka pendek menunjukkan kelemahan harga batubara yang berlanjut, industri sedang beradaptasi dengan dinamika yang berubah.
Coal Price Decline 2025
Increased Domestic Production in Major Importing Countries