Key insights and market outlook
Harga komoditas energi global masih tertekan menjelang akhir 2025 karena kondisi oversupply yang terus berlanjut. Harga minyak mentah telah terkoreksi sebesar 19% sepanjang tahun, sementara batubara mengalami penurunan 12,9%. Gas alam menjadi pengecualian dengan kenaikan 5% sepanjang tahun, didukung oleh faktor musiman dan permintaan industri. Situasi oversupply ini didorong oleh peningkatan produksi dari OPEC+ dan negara non-OPEC seperti AS, Guyana, dan Brasil, ditambah dengan perlambatan pertumbuhan permintaan akibat melambatnya ekonomi China dan adopsi kendaraan listrik yang semakin cepat 1
Pasar komoditas energi global mengalami tekanan harga signifikan saat mendekati akhir 2025, terutama karena kondisi oversupply yang terus berlanjut. Situasi pasar saat ini ditandai dengan penurunan harga di berbagai komoditas energi utama, dengan beberapa variasi dalam kinerja 1
Harga minyak mentah, khususnya WTI, telah mengalami koreksi sebesar 19,32% sepanjang tahun, mencapai US$57,863 per barel. Penurunan ini terutama disebabkan oleh surplus pasokan global yang signifikan, diperkirakan sekitar 4 juta barel per hari oleh Badan Energi Internasional (IEA). Surplus ini didorong oleh peningkatan produksi dari OPEC+ dan negara non-OPEC seperti AS, Guyana, dan Brasil. Di sisi permintaan, faktor-faktor seperti perlambatan ekonomi China dan adopsi kendaraan listrik yang semakin cepat berkontribusi pada tekanan konsumsi bahan bakar fosil 1
Pasar batubara juga mengalami penurunan, dengan harga turun sebesar 12,93% sepanjang tahun menjadi US$109,05 per ton. Mirip dengan minyak mentah, harga batubara menghadapi tekanan turun karena situasi oversupply global dan permintaan yang melemah di negara-negara konsumen utama 1
Berbeda dengan minyak mentah dan batubara, harga gas alam menunjukkan ketahanan relatif, mencatat kenaikan 4,82% sepanjang tahun menjadi US$3,80 per MMBtu. Kinerja positif ini didukung oleh faktor permintaan musiman dan konsumsi industri yang terus berlanjut. Namun, perlu dicatat bahwa harga gas alam mengalami penurunan 22,32% secara bulanan, menunjukkan volatilitas pasar yang terus berlanjut 1
Wahyu Tribowo Laksono, Founder Traderindo.com, menekankan bahwa surplus pasokan global tetap menjadi tantangan utama bagi komoditas energi. Beliau menekankan bahwa kombinasi peningkatan produksi dari produsen utama dan perlambatan pertumbuhan permintaan akibat faktor ekonomi dan teknologi menciptakan lingkungan yang menantang untuk pemulihan harga. Lukman Leong dari Doo Financial Futures mendukung pandangan ini, mencatat bahwa situasi oversupply adalah penggerak utama kelemahan harga saat ini di pasar minyak mentah 1
Energy Commodity Price Decline
Oversupply Situation Persists