Key insights and market outlook
Sebuah survei World Economic Forum (WEF) terhadap 799 eksekutif di 81 negara menunjukkan bahwa 43% responden memperkirakan kondisi bisnis akan memburuk di 2025, sementara hanya 7% yang mengantisipasi perbaikan. Tantangan utama termasuk peningkatan hambatan perdagangan, masalah mobilitas talenta, dan restriksi arus modal lintas batas. Survei ini menyoroti memburuknya kerja sama global di berbagai bidang seperti perdagangan, iklim, teknologi, dan keamanan.
Sebuah survei komprehensif yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF) yang melibatkan 799 eksekutif dari 81 negara melukiskan gambaran yang mengkhawatirkan tentang lanskap bisnis global untuk tahun 2025. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 43% responden memperkirakan kondisi bisnis akan menjadi lebih sulit dibandingkan tahun 2024, sementara hanya 7% yang mengantisipasi perbaikan. Responden yang tersisa either tidak melihat perubahan atau belum memutuskan.
Survei tersebut menyoroti beberapa faktor kritis yang berkontribusi pada lingkungan bisnis yang semakin sulit. Sekitar empat dari sepuluh eksekutif menunjukkan meningkatnya hambatan perdagangan, kendala mobilitas talenta, dan restriksi arus modal lintas batas sebagai hambatan utama. Tantangan-tantangan ini mencerminkan memburuknya kerja sama global di berbagai bidang termasuk perdagangan, iklim, teknologi, dan keamanan.
Temuan survei tersebut menunjukkan bahwa komunitas bisnis global sedang bersiap menghadapi lingkungan operasional yang lebih kompleks di tahun 2025. Perusahaan-perusahaan perlu menavigasi meningkatnya tensi geopolitik, hambatan regulasi, dan ketidakpastian ekonomi. Survei WEF ini berfungsi sebagai indikator penting dari sentimen yang berlaku di kalangan pemimpin bisnis dan menyoroti kebutuhan akan strategi adaptif untuk mengatasi tantangan yang muncul.
WEF Global Survey 2025
Business Challenges Report