Key insights and market outlook
Sektor manufaktur global menunjukkan kelemahan signifikan pada November 2025, dengan Zona Euro, China, dan Jepang mengalami kontraksi menurut survei bisnis. Perlambatan ini disebabkan oleh permintaan domestik yang lemah dan ketidakpastian tarif yang terus berlanjut. Namun, beberapa wilayah seperti Inggris dan sebagian Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan, berdasarkan data Indeks Manajer Pembelian (PMI).
Sektor manufaktur global menghadapi tantangan signifikan pada November 2025, dengan ekonomi besar seperti Zona Euro, China, dan Jepang mencatat kontraksi dalam aktivitas manufaktur mereka. Menurut survei bisnis yang dirilis pada 1 Desember 2025, perlambatan ini terutama disebabkan oleh permintaan domestik yang lemah dan ketidakpastian tarif yang terus berlanjut yang terus membebani prospek industri.
Sementara Zona Euro, China, dan Jepang mengalami kontraksi manufaktur, beberapa wilayah menunjukkan ketahanan. Inggris dan beberapa negara Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan di sektor manufaktur mereka, seperti yang ditunjukkan oleh data Indeks Manajer Pembelian (PMI). Perbedaan ini menyoroti dampak tidak merata dari faktor ekonomi global pada berbagai wilayah.
Kontraksi di ekonomi manufaktur besar dapat memiliki implikasi signifikan bagi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global. Karena manufaktur adalah penggerak utama aktivitas ekonomi, perlambatan dapat menyebabkan penurunan permintaan bahan baku dan barang antara, yang berpotensi mempengaruhi harga komoditas dan rantai pasokan di seluruh dunia.
Global Manufacturing Contraction November 2025
Euro Zone Manufacturing Slowdown
China Manufacturing Decline