Key insights and market outlook
Harga minyak dunia telah terkoreksi 18,57% sepanjang tahun ini menjadi US$58,40 per barel untuk WTI dan 16,58% menjadi US$62,24 per barel untuk Brent. Sebaliknya, harga gas alam melonjak 16,97% menjadi US$4,24 per MMBTU. Emiten migas diharapkan dapat mengoptimalkan produksi gas untuk mengatasi dampak penurunan harga minyak terhadap profitabilitas mereka.
Pasar minyak global mengalami koreksi signifikan pada tahun 2025, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 18,57% sepanjang tahun menjadi US$58,40 per barel per 25 Desember 2025. Harga minyak Brent juga mengalami penurunan 16,58% menjadi US$62,24 per barel. Meskipun turun secara tahunan, harga WTI dan Brent menunjukkan kekuatan dalam seminggu terakhir dengan kenaikan masing-masing 4,29% dan 4,09%.
Berbeda dengan penurunan harga minyak, harga gas alam menunjukkan ketahanan yang kuat. Harga gas alam global melonjak 16,97% sepanjang tahun menjadi US$4,24 per MMBTU per 25 Desember 2025, dengan kenaikan mingguan sebesar 8,74%. Perbedaan tren harga antara minyak dan gas alam ini berpotensi memiliki implikasi signifikan bagi emiten migas.
Menurut Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), emiten migas perlu menyesuaikan strategi mereka menghadapi lingkungan harga komoditas saat ini. Dengan harga minyak di kisaran US$50-60 per barel, profitabilitas produsen hulu migas diprediksi menurun seiring kompresi margin. Oleh karena itu, emiten di sektor ini disarankan untuk mengoptimalkan aset gas sebagai strategi utama untuk mempertahankan kinerja di tahun depan.
Tren berbeda antara harga minyak dan gas alam menghadirkan tantangan dan peluang bagi emiten migas di 2026. Meskipun harga minyak yang lebih rendah dapat berdampak negatif pada pendapatan dari produksi minyak, harga gas yang lebih kuat dapat menjadi penopang. Emiten yang berhasil menyeimbangkan portofolio mereka ke arah produksi gas kemungkinan akan lebih siap menghadapi tantangan yang dihadapi lingkungan harga minyak saat ini.
Oil Price Correction
Natural Gas Price Surge
Strategic Shift in Migas Sector