Key insights and market outlook
Harga minyak mentah turun tajam sebesar 20,68% secara year-to-date karena pasokan global melebihi permintaan. International Energy Agency (IEA) melaporkan surplus sebesar 4 juta barel per hari akibat peningkatan produksi OPEC+ dan negara non-OPEC seperti AS, Guyana, dan Brasil, ditambah dengan permintaan yang melemah dari China seiring transisinya ke kendaraan listrik (EV). Minyak mentah WTI untuk pengiriman Februari 2026 turun ke $57,16 per barel per 22 Desember 2025.
Pasar minyak mentah global mengalami koreksi harga signifikan di 2025, dengan harga minyak mentah WTI turun 20,68% secara year-to-date. Per 22 Desember 2025, WTI untuk pengiriman Februari 2026 diperdagangkan di $57,16 per barel di New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga ini mencerminkan perubahan fundamental dalam dinamika pasokan dan permintaan.
International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa pasar minyak global saat ini menghadapi surplus pasokan sebesar 4 juta barel per hari. Kelebihan pasokan ini disebabkan oleh peningkatan produksi dari OPEC+ dan produsen non-OPEC, terutama Amerika Serikat, Guyana, dan Brasil. Negara-negara ini secara kolektif meningkatkan produksi minyak mereka, berkontribusi pada surplus global.
Surplus pasokan diperparah oleh permintaan yang melemah, terutama dari China. Ekonomi terbesar kedua dunia ini sedang mengalami transisi cepat ke kendaraan listrik (EV), yang menyebabkan penurunan konsumsi minyak. Transisi ini menjadi faktor signifikan dalam melemahnya permintaan saat ini, memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak global.
Wahyu Tribowo Laksono, pakar komoditas dan pendiri Traderindo.com, mengaitkan penurunan tajam harga WTI dengan surplus pasokan global. Ia menekankan bahwa efek gabungan dari peningkatan produksi dan melemahnya permintaan telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi harga minyak.
Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa harga minyak kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek. Surplus pasokan dan transisi ke energi yang lebih bersih di negara-negara konsumen besar diperkirakan akan terus mempengaruhi tren pasar. Para pemangku kepentingan di sektor energi perlu memantau perkembangan ini dengan cermat untuk menavigasi lanskap yang berubah.
Global Oil Supply Surplus
WTI Price Decline
IEA Supply Report