Key insights and market outlook
Harga minyak turun signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela untuk mengimpor hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi, senilai $2 miliar. Langkah ini, yang menyusul penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, diperkirakan akan meningkatkan pasokan minyak global dan memicu reaksi internasional, termasuk kritik dari China 1
Harga minyak mengalami penurunan signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela untuk mengimpor minyak mereka. Pada pukul 07:21 WIB tanggal 7 Januari 2026, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2026 turun 1,31% menjadi $56,38 per barel 1
Penurunan harga dipicu oleh pernyataan Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30-50 juta barel minyak yang dikenai sanksi ke AS, yang akan dijual dengan harga pasar. Perkembangan ini dipandang sebagai potensi peningkatan pasokan minyak global, sehingga menekan harga ke bawah. Minyak mentah Brent juga turun 1,2% menjadi $59,96 per barel, sementara WTI turun 2% menjadi $55,99 per barel pada hari yang sama 2
Kesepakatan ini memiliki implikasi geopolitik signifikan. China, yang mengimpor sekitar 389.000 barel per hari dari Venezuela pada 2025, mengkritik langkah AS sebagai 'perundungan'. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius hukum internasional dan kedaulatan Venezuela 4
Pengumuman ini memicu reaksi beragam di tingkat global. Sementara negara-negara pengimpor minyak mungkin mendapat manfaat dari peningkatan pasokan, manuver politik ini menimbulkan kekhawatiran tentang hukum internasional dan kedaulatan. Pemerintahan sementara Venezuela di bawah Delcy Rodriguez menghadapi situasi yang dilematis, antara mengecam penggulingan Maduro dan berinteraksi dengan AS 4
Oil Price Decline
Venezuela Oil Deal Announcement
Global Market Reaction