Key insights and market outlook
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2% setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran dan berjanji mendukung para demonstran. West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,65 menjadi US$61,15 per barel, sementara Brent naik US$1,60 menjadi US$65,47 per barel. Lonjakan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan lebih dari 2% sebagai respons terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump yang membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran. Keputusan ini, ditambah dengan janji Trump untuk mendukung para demonstran Iran, memicu kekhawatiran pasar tentang potensi eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Kenaikan harga terlihat pada kedua benchmark minyak utama. West Texas Intermediate (WTI), benchmark utama AS, naik sebesar US$1,65 atau 2,77% menjadi US$61,15 per barel. Demikian pula, Brent crude, benchmark internasional, meningkat sebesar US$1,60 atau 2,51% menjadi US$65,47 per barel. Pergerakan harga ini mencerminkan kekhawatiran investor tentang potensi gangguan pasokan dan meningkatnya risiko geopolitik di wilayah tersebut.
Reaksi pasar yang cepat menunjukkan sensitivitas harga minyak terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Keputusan Trump telah menambah ketidakpastian di pasar yang sudah volatil, berpotensi memicu fluktuasi harga lebih lanjut dalam jangka pendek. Ketika situasi terus berkembang, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan untuk potensi dampak pada pasokan dan harga energi global.
Oil Price Surge
Trump Cancels Iran Meeting
Geopolitical Tensions Escalation