Key insights and market outlook
Beberapa negara telah membalas kebijakan larangan perjalanan AS yang diperluas dengan menerapkan pembatasan serupa terhadap warga AS. Keputusan AS, yang diumumkan pada 16 Desember, memengaruhi 39 negara, termasuk larangan masuk total bagi negara-negara seperti Mali, Sudan Selatan, dan Suriah, sementara negara lain menghadapi pembatasan visa bagi pelajar dan pelaku bisnis. Negara-negara seperti Niger telah mengambil langkah ekstrem sebagai respons, sementara Perdana Menteri Antigua dan Barbuda mengungkapkan kekecewaan atas alasan AS.
Perluasan larangan perjalanan AS baru-baru ini terhadap 20 negara tambahan telah memicu reaksi internasional yang signifikan, dengan beberapa negara menerapkan langkah-langkah balasan terhadap warga AS. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 16 Desember, telah membawa total negara yang terkena dampak menjadi 39.
Penambahan terbaru pada daftar larangan perjalanan AS termasuk Mali, Sudan Selatan, Niger, Burkina Faso, Suriah, dan Otoritas Palestina, yang menghadapi larangan masuk total. Negara-negara lain seperti Angola, Antigua dan Barbuda, Benin, Dominika, Gabon, Gambia, Pantai Gading, Malawi, Mauritania, Nigeria, Senegal, Tanzania, Tonga, Zambia, dan Zimbabwe telah dikenai pembatasan visa bagi pelajar dan pelaku bisnis. Ini menambah daftar sebelumnya yang sudah mencakup Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela.
Komunitas internasional telah merespons keras langkah AS. Niger telah mengambil salah satu langkah paling ekstrem sebagai balasan. Perdana Menteri Gaston Browne dari Antigua dan Barbuda mengungkapkan kekecewaan besar terhadap keputusan AS, mempertanyakan alasan di balik larangan perjalanan, terutama terkait aturan kewarganegaraan investasi yang menurutnya tidak mencerminkan standar hukum saat ini.
Perang visa yang meningkat antara AS dan negara-negara yang terkena dampak kemungkinan akan memiliki implikasi jauh ke berbagai aspek perjalanan global, hubungan diplomatik, dan bisnis internasional. Semakin banyak negara yang membalas dengan seperangkat pembatasan perjalanan mereka sendiri, situasi ini berpotensi memperumit hubungan internasional dan memengaruhi berbagai sektor termasuk pariwisata, pendidikan, dan perdagangan global.
US Travel Ban Expansion
Global Retaliation Measures
Diplomatic Tensions Escalation