Key insights and market outlook
Harga emas mencapai rekor tertinggi Rp 2.605.000 per gram akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Para ahli keuangan menyarankan bahwa untuk tujuan investasi jangka panjang, tetap disarankan untuk berinvestasi emas meski harga saat ini tinggi. Alternatif investasi aman lainnya termasuk deposito dan obligasi ritel yang menawarkan imbal hasil di atas 4-5% per tahun.
Harga emas telah mencapai rekor tertinggi Rp 2.605.000 per gram akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Kenaikan ini mendorong investor untuk mempertimbangkan kembali strategi investasi mereka, terutama pada aset safe-haven.
Perencana keuangan seperti Andy Nugroho dari Tatadana Consulting menyarankan investor dengan horison investasi jangka panjang untuk tetap berinvestasi emas meskipun harga saat ini tinggi. Logika di balik ini adalah emas cenderung mempertahankan nilainya seiring waktu dan sering mengalahkan inflasi.
"Investasi emas adalah tentang memahami tujuan dan toleransi risiko investasi Anda. Meski harga saat ini tinggi, emas tetap menjadi investasi jangka panjang yang valid," jelas Andy. Ia menekankan pentingnya menghindari FOMO (Fear Of Missing Out) dan menjaga strategi investasi yang tepat.
Selain emas, alternatif investasi aman lainnya termasuk deposito dan obligasi ritel. Instrumen ini menawarkan return yang lebih rendah namun lebih stabil, biasanya di atas 4-5% per tahun. Bagi investor yang mencari return lebih tinggi, reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap direkomendasikan sebelum terjun ke aset yang lebih berisiko seperti saham.
Saat mempertimbangkan emas sebagai investasi, penting untuk memahami bahwa emas terutama cocok untuk kepemilikan jangka panjang. Para ahli keuangan mewanti-wanti agar tidak menggunakan emas untuk tujuan investasi jangka pendek karena volatilitas harganya. Kuncinya adalah menyelaraskan pilihan investasi dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko.
Gold Price Hits All-Time High
Investor Guidance on Safe Assets