Key insights and market outlook
Harga emas dunia stagnan di US$4.126,75 per ons troi pada Rabu (12/11/2025) namun mencatat kenaikan mingguan dan bulanan sebesar 3,72% dan 0,42%. Pergerakan harga ini didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan data swasta yang menunjukkan perusahaan AS mengurangi 11.250 pekerjaan per minggu rata-rata selama empat minggu hingga 25 Oktober.
Harga emas global menunjukkan pergerakan harian yang stagnan, menetap di US$4.126,75 per ons troi pada perdagangan Rabu (12/11/2025) pukul 18.34 WIB. Namun jika dilihat secara mingguan dan bulanan, logam mulia ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 3,72% dan 0,42%.
Pergerakan harga ini terutama didukung oleh dua faktor utama. Pertama, terdapat ekspektasi pasar yang meningkat bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Antisipasi ini biasanya menguntungkan emas karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya oportunitas memegang aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.
Kedua, data sektor swasta baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan di Amerika Serikat mengurangi rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu selama periode empat minggu hingga 25 Oktober. Data pasar tenaga kerja ini menambah daya tarik emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Bagi investor Indonesia, emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik karena kinerja historisnya dan perannya sebagai lindung nilai terhadap volatilitas ekonomi. Lanskap ekonomi global saat ini, yang ditandai dengan kekhawatiran inflasi dan pergeseran kebijakan moneter, terus menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi investasi emas.
Investor disarankan untuk mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dengan memasukkan emas sebagai langkah perlindungan terhadap fluktuasi pasar. Kinerja logam mulia ini, meskipun rentan terhadap fluktuasi jangka pendek, telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Gold Price Movement
The Fed Rate Cut Expectations
US Labor Market Data Release