Key insights and market outlook
Harga emas dunia diprediksi akan melonjak hingga Rp 2,82 juta per gram seiring meningkatnya tensi perdagangan dan konflik di Timur Tengah. Harga saat ini berada di Rp 2,68 juta per gram, dengan potensi level resistance di US$ 4.655 per troy ons dan US$ 4.706 per troy ons. Analis Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan harga signifikan berdasarkan level resistance ini, yang didorong oleh ketidakpastian ekonomi global.
Harga emas global dan logam mulia diprediksi akan mengalami momentum kenaikan signifikan, berpotensi mencapai Rp 2,82 juta per gram, di tengah meningkatnya tensi perdagangan dan konflik geopolitik di Timur Tengah. Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa jika harga emas menembus level resistance kedua, kenaikan substansial ini dapat terjadi.
Pada penutupan perdagangan terakhir, harga emas global berada di US$ 4.595 per troy ons, sementara harga emas di Indonesia berada di Rp 2,68 juta per gram. Assuaibi menguraikan dua skenario berdasarkan level resistance: resistance pertama di US$ 4.655 per troy ons (yang berpotensi mendorong harga lokal ke Rp 2,7 juta per gram) dan resistance kedua di US$ 4.706 per troy ons (yang dapat membawa harga ke Rp 2,82 juta per gram).
Pergerakan harga diperkirakan akan sangat fluktuatif seiring perkembangan ekonomi global dan peristiwa geopolitik. Investor disarankan untuk memantau level resistance ini dengan saksama karena akan sangat krusial dalam menentukan arah harga emas dalam jangka pendek. Ketidakpastian ekonomi global saat ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi emas sebagai aset safe-haven, yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi.
Gold Price Surge Prediction
Trade Tensions Escalation
Geopolitical Conflict Intensification