Key insights and market outlook
Harga emas diproyeksikan akan mencapai $4.450 per troy ons pada awal 2026 seiring dengan meningkatnya ekspektasi The Fed memotong suku bunga. Komentar terbaru dari Gubernur Fed New York, John Williams, tentang potensi pemotongan suku bunga, ditambah dengan data pasar tenaga kerja AS yang lemah, telah memperkuat daya tarik emas. Saat ini, emas diperdagangkan pada $4.081 per troy ons, naik 55,48% secara year-to-date.
Harga emas diproyeksikan akan mencapai $4.450 per troy ons pada semester pertama 2026, didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh The Federal Reserve. Pernyataan terbaru dari Gubernur Bank Federal Reserve New York, John Williams, telah memperkuat ekspektasi ini, terutama ketika ia menyebutkan potensi pengurangan suku bunga dalam waktu dekat karena kondisi pasar tenaga kerja AS yang melemah.
Berdasarkan data terbaru, emas saat ini diperdagangkan pada $4.081 per troy ons, mewakili kenaikan signifikan sebesar 55,48% secara year-to-date. Trajektori kenaikan ini didukung oleh lanskap ekonomi saat ini, di mana kekhawatiran inflasi dan pergeseran kebijakan moneter menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi aset safe-haven seperti emas.
Menurut Boy Suhendry, Kepala Intelijen Pasar di Bank DBS Indonesia, potensi The Fed untuk menurunkan suku bunga adalah faktor kunci yang mendukung harga emas. Kombinasi sinyal kebijakan moneter yang dovish dan data ekonomi yang menunjukkan kelemahan pasar tenaga kerja telah memperkuat keyakinan investor pada emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Di masa depan, pasar emas diperkirakan akan tetap bullish, dengan target $4.450 tampak semakin dapat dicapai. Investor harus memantau rilis data ekonomi mendatang dan pengumuman Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang pergerakan suku bunga dan dampaknya pada logam mulia.
Gold Price Projection to $4,450
Potential Fed Rate Cut
Weak US Labor Market Data