Key insights and market outlook
Harga emas mengalami penurunan signifikan hari ini, dengan emas 24K Antam turun Rp 29.000 menjadi Rp 2.322.000 per gram. Penurunan ini disebabkan oleh ekspektasi pemotongan suku bunga Fed yang menurun pada bulan Desember, ditambah dengan penguatan dolar AS. Pelaku pasar kini fokus pada rilis data Nonfarm Payrolls AS yang akan datang pada hari Kamis, yang diperkirakan akan mempengaruhi keputusan kebijakan moneter di masa depan.
Harga emas 24K Antam mengalami penurunan signifikan hari ini, turun Rp 29.000 menjadi Rp 2.322.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren volatilitas yang diamati pada sesi perdagangan sebelumnya. Menurut analis Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia, pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan Desember mendatang.
Analisis teknis Andy Nugraha menggunakan pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bearish pada emas semakin menguat. Analisis tersebut memproyeksikan bahwa jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun hingga US$ 3.987 per troy ounce, yang dianggap sebagai level support kritis.
Situasi pasar saat ini menyoroti dampak signifikan dari ekspektasi kebijakan moneter terhadap harga emas. Sementara investor menunggu rilis data ekonomi penting, volatilitas di pasar emas kemungkinan akan terus berlanjut. Penguatan dolar AS dan perubahan ekspektasi seputar kebijakan Fed telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi investor emas.
Gold Price Decline
Fed Rate Decision Expectations
US Nonfarm Payrolls Release